Rabu, 07 November 2018

LINGKUNGAN SOSIAL BUDAYA


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Tantangan utama dalam melakukan bisnis internasional adalah untuk menyesuaikan secara efektif pada perbedaan budaya, seperti penyesuaian membutuhkan pemahaman dari keragaman budaya, persepsi, klise dan nilai. Dalam beberapa tahun belakangan ini, penelitian menghubungkan antara dimensi kebudayaan dan perilaku-perilaku dan penelitian telah terbukti berguna dalam penyediaan profil integrative dari budaya internasional. 
Kebudayaan sendiri memiliki artian menurut E.B. Taylor(1974) bahwa arti kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat. Sedangkan bisnis internasional memiliki artian Menurut Ball, McCulloch, Frantz, Geringer, Minor (2006), Bisnis Internasional adalah bisnis yang kegiatannya melampaui batas negara.
Dalam kenyataanya budaya sangat berpengaruh terhadap kelancaran dalam dunia bisnis baik dalam perkembangna dalam bisnis skala nasional maupun skala internasional. Sesuatu hal baru yang tidak sesuai dengan kebudayaan suatu bangsa akan sulit diterima atau berkembang didalam Negara tersebut.oleh karna itu penulis menyusun makalah yang berjudul “Pengaruh Sosial Budaya dalam Perdagangan Internasional”

1.2    Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari Kebudayaan ?
2.      Apa aja elemen-elemen dari Kebudayaan ?
3.      Bagaimana pendekatan dari Kebudayaan ?
4.      Bagaimana aspek-aspek budaya mempengaruhi kegiatan manajemen dalam Bisnis Internasional ?
5.      Bagaimana pengaruh kebudayaan terhadap Bisnis Internasional ?

1.3    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari Kebudayaan.
2.      Untuk mengetahui elemen-elemen dari Kebudayaan.
3.      Untuk mengetahui pendekatan dari Kebudayaan.
4.      Untuk mengetahui aspek-aspek budaya mempengaruhi kegiatan manajemen dalam Bisnis Internasional.
5.      Untuk mengetahui pengaruh kebudayaan terhadap Bisnis Internasional.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1   Pengertian Kebudayaan
Sebagian besar ahli antropologi memandang kebudayaan sebagai keseluruhan kepercayaan, aturan, teknik, lembaga, dan artefak ciptaan manusia yang mencirikan populasi manusia. Dengan perkataan lain, kebudayaan terdiri atas pola-pola yang dipelajari mengenai perilaku yang umum bagi anggota dari masyarakat tertentu, yaitu gaya hidup yang unik dari suatu kelompok orang tertentu. Kebanyakan antropolog juga sepakat bahwa:
1. Budaya dipelajari, bukan pembawaan sejak lahir
2. Berbagai aspek budaya saling berhubungan
3. Kebudayaan adalah berbagi
4. Kebudayaan menentukan batas-batas dari kelompok yang berbeda

Karena masyarakat terdiri atas orang-orang dan budayanya, maka sebenarnya hampir tidak mungkin membicarakan salah satu tanpa mengacu kepada yang lain. Para antropolog sering kali menggunakan istilah yang dapat digunakan secara bergantian atau menggabungkannya menjadi satu katasosiokultural. lni adalah istilah yang akan digunakan, karena variabel-variabel yang menarik para pelaku bisnis adalah baik sosial maupun kulturaVbudaya.
Sayangnya, terlalu sering terjadi bahwa orang yang hanya akrab dengan satu pola budaya percaya bahwa mereka mempunyai kesadaran terhadap perbedaan budaya di tempat lain, padahal pada kenyataannya tidaklah demikian. Kecuali mereka memiliki kesempatan untuk melakukan perbandingan dengan budaya lain, mereka barangkali bahkan tidak menyadari pentingnya fitur budayanya sendiri. Mereka juga mungkin tidak mengetahui kenyataan bahwa banyak masyarakat menganggap budayanya sendiri jauh lebih unggul dibandingkan dengan semua budaya lainnya (etnosentrisitas), dan bahwa upaya mereka untuk memperkenalkan “cara Jerman" atau “cara Amerika" mungkin akan menemui penolakan yang keras.
Bagaimana para pelaku bisnis internasional belajar untuk hidup dengan budaya-budaya lain? Langkah pertama adalah menyadari bahwa terdapat budaya yang berbeda dari budayanya sendiri. Kemudian, mereka harus terus mempelajari  karakteristik dari budaya-budaya tersebut sehingga dapat beradaptasi dengannya. E.T. Hall, seorang antropolog terkenal. menyatakan bahwa itu dapat dicapai hanya dengan dua cara:
1.    menghabiskan seumur hidup di suatu negara atau
2.    menjalani suatu program pelatihan yang sangat canggih dan ekstensif, yang
Program yang dimaksud harus lebih dari sekadar penjelasan singkat mengenal kebiasaan atau adat istiadat suatu negara. Program tersebut hendaknya merupakan suatu studi mengenai apakah budaya itu dan apa yang dilakukannya, sehingga menanamkan sebagian pengetahuan mengenai berbagai cara dengan mana perilaku manusia telah dilembagakan di suatu negara.
2.2  Karakteristik Kebudayaan
Beberapa karakteristik kebudayaan perlu diperhatikan karena mempunyai relevansi dengan bisnis internasional. Kebudayaan mencerminkan perilaku yang dipelajari (learned behavior) yang ditularkan dari satu anggota masyarakat yang lainnya, yaitu:
1.      Unsur-unsur kebudayaan saling terkait (interrelated)
2.      Kebudayaan sanggup menyesuaikan diri (adaptive), artinya kebudayaan berubah sesuai dengan kekuatan-kekuatan eksternal yang mempengaruhi masyarakat tersebut.
3.      Kebudayaan dimiliki bersama (shared) oleh anggota-anggota masyarakat dan tentunya menentukan keanggotaan masyarakat tersebut. Orang-orang yang sama-sama memiliki suatu kebudayaan adalah anggota suatu masyarakat, yang tidak memilikinya berada di luar batas masyarakat itu.
Beberapa pendapat lain tentang karakteristik budaya adalah sebagai berikut:
1.      Dipelajari: budaya tidak diwariskan atau bersifat biologi, budaya diperoleh dari pembelajaran dan pengalaman.
2.      Dibagi: masyarakat adalah anggota dari kelompok organisasi atau pembagian budaya masyarakat, budaya tidak spesifik pada perorangan atau individu.
3.      Perubahan generasi: budaya bersifat kumulatif, melewati dari generasi yang satu ke generasi yang lainnya.
4.      Simbolik: budaya berdasarkan pada kapasitas mansia untuk memberi tanda dan menggunakan sesuatu untuk menggambarkan yang lain.
5.      Diteladani: budaya mempunyai struktur dan terintegrasi, perubahan dari satu bagian akan membawa perubahan pada bagian lain.
6.      Penyesuaian: budaya berdasarkan pada kapasitas manusia untuk berubah atau menyesuaian diri.

2.3  Elemen-elemen dari Kebudayaan
Para ahli sangat bervariasi mengenai apa yang mereka anggap sebagai komponen budaya, tetapi daftar berikut ini mewakili pemikiran mereka. Budaya adalah:
1.Estetika
2.Sikap dan kepercayaan
3.Agama
4.Budaya material
5.Pendidikan
6.Bahasa
7.Organisasi kemasyarakatan
8.Karakteristik hukum
9.Struktur politik

2.3.1 Estetika
Estetika berkaitan dengan rasa keindahan, budaya dan selera yang baik serta diungkapkan dalam seni, drama, musik, cerita rakyat dan lain-lain. Para pelaku bisnis internasional tertarik pada aspek-aspek formal dari seni, warna dan bentuk karena arti simbolis yang dimilikinya. Sedangkan cerita rakyat berguna untuk memelihara rasa persatuan kelompok dan mengindikasikan bahwa seseorang merupakan bagian dari kelompok tersebut.
2.3.2Sikap dan Kepercayaan
Setiap budaya memiliki seperangkat sikap dan kepercayaan yang mempengaruhi hampir seluruh aspek dari perilaku manusia dan membantu membawa ketertiban kepada masyarakat dan individu-individunya. Semakin banyak yang dapat dipelajari oleh para manajer mengenai sikap-sikap kunci tertentu, semakin siap mereka untuk memahami mengapa orang-orang berperilaku seperti yang mereka lakukan, terutama ketika reaksi mereka berbeda dari yang diperkirakan oleh manajer tersebut, sesuai dengan apa yang dipelajarinya ketika berurusan dengan masyarakatnya sendiri. Sikap dan kepercayaan yang sangat penting bagi pelaku bisnis antara lain sikap terhadap waktu, terhadap pencapaian dan pekerjaan serta terhadap perubahan.
2.3.3 Agama
Agama adalah aspek penting kebanyakan masyarakat. Agama mempengaruhi bagaimana cara anggota-anggota masyarakat berhubungan satu dengan yang lain dan dengan pihak luar. Agama membetuk sikap yang dimiliki pemeluknya terhadap pekerjaan, konsumsi, tanggung jawab individu, dan perencanaan untuk masa depan. Dampak agama terhadap bisnis internasional berbeda-beda dari Negara kenegara yang bergantung pada sistem hukum negara tersebut, homogenitas keyakinan agamanya, dan toleransinya terhadap pandangan-pandangan agama lain.
2.3.4 Budaya Material
Kebudayaan material merujuk kepada semua objek buatan manusia dan berkaitan dengan bagaimana orang membuat benda-benda (teknologi), siapa (Who) membuat apa (What) mengapa-bagaimana dibuat ( Why) dan untuk siapa (For Whom). Perbedaan dalam tingkat teknologi sebagai budaya material antar negara menjadi dasar untuk menilai apakah negara tersebut dikategorikan maju atau negara berkembang.Era teknologi informasi merubah dengan cepat kemudahan dalam bisnis internasional
2.3.5 Pendidikan
Dalam arti luas pendidikan dapat dianggap sebagai bagian dari proses belajar yang melengkapi seseorang untuk mengambil peranannya di dalam masyarakat.Bagi pengusaha yang ingin berinvestasi di suatu negara penting sekali untuk mengetahui tingkat dan ukuran pendidikan pada negara tuan rumah, karena hal itu sangat berpengaruh dalam penentuan tenaga kerja yang dibutuhkan.
Ketika negara berkembang menjadi negara industri, terdapat persaingan yang lebih tinggi di pasar dan peluang tenaga kerja berpendidikan tinggi meningkat. Namun terjadinya brain drain(emigrasi dari tenaga professional berpendidikan tinggi ke negara lain) sangat merugikan negara berkembang.Reserve brain drain (kembalinya tenaga-tenaga profesonal berpendidikan tinggi ke negara asalnya) memberikan pengaruh yang nyata atas daya saing negara asalnya dalam kancah internasional.
2.3.6 Bahasa
Bahasaa dalah cerminan utama kelompok-kelompok budaya karena bahasa merupakan sarana penting yang dipakai anggota-anggota masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain. Para pakar telah mengidentifikasi sekitar 3.000 bahasa yang berbeda dan sebanyak 10.000 dialek yang berlainan di seluruh dunia. Peranan bahasa :
1.   Sebagai Senjata Bersaing. Ikatan-ikatan bahasa sering menciptakan keunggulan bersaing yang penting karena kemampuan berkomunikasi sangat berperan penting dalam menjalankan transaksi bisnis.
2.   Bahasa Perantara. Untuk menjalankan bisnis, para pelaku bisnis internasional harus mampu berkomunikasi. Bahasa Inggris telah munculmenjadi bahasa umum yang dominan, atau bahasa perantara (lingua franca) bisnis internasional.
3.   Terjemahan. Beberapa perbedaan bahasa dapat diatasi melalui penerjemahan. Dalam hal ini, penerjemah harus peka dengan hal-hal kecil dalam konotasi kata-kata dan berfokus pada penerjemahan gagasan, bukan kata-kata itu sendiri.
2.3.7 Organisasi Kemasyarakatan
Setiap Negara atau masyarakat memiliki suatu struktur atau organisasi yang pengaturan hubungan–hubungannya yang terpola, yang mendefinisikan dan mengatur cara anggota-angotanya berinteraksi satu sama lain. Para antropolog mempelajari aspek budaya dari organisasi kemasyarakatan ini menjadi tiga.

1.      Berdasarkan pertalian keluarga; bagi beberapa perusahaan asing keluarga besar (extended family) adalah penting sebagai sumber koneksi bisnis.
2.      Berdasarkan asosiasi bebas dari individu-individu; asosiasi adalah unit-unit sosial berdasarkan atas usia, gender atau minat yang sama bukan berdasarkan hubungan keluarga.Usia  merupakan faktor penting bagi perusahaan dalam melihat segmentasi pasar. Sedangkan Gender  mempengaruhi berubahnya suatu negara menjadi negara industri maka lebih banyak wanita yang memasuki lapangan kerja, wanita menjadi bagian penting dalam perekonomian.
3.      Asosiasi Bebas. Kelompok-kelompok asosiasi bebas terdiri atas orang-orang yang bergabung bersama-sama berdasarkan ikatan yang sama, yang dapat berupa politik, pekerjaan, rekreasi, atau agama. Bahkan sebelum memasuki suatu negara, manajemen sebaiknya mengidentifikasi kelompok-kelompok semacam itu dan menilai kekuatan politik dan ekonomi mereka. Sebagaimana akan dilihat dalam bab-bab berikutnya, organisasi-organisasi: konsumen telah memaksa banyak perusahaan untuk mengubah produk, promosi, serta harga mereka, dan investasi didukung atau ditentang oleh persatuan-persatuan buruh, yang sering kali merupakan kekuatan politik yang ampuh.
2.3.8 Karakteristik Hukum
Kekuatan hukum yang dihadapi bisnis Internasional  sangat rumit karena  bisnis dipengaruhi oleh berbagai undang-undang dan peraturan yang dibuat oleh negara bagian/daerah, negara maupun organisasi internasional.Pemerintah yang stabil dan adanya sistim pengadilan yang baik diperlukan untuk menjamin lingkungan kondusif bagi pelaku bisnis. Karna setiap negara memiliki karakteristik berbeda dalam sumber hukumnya akan tetapi seumber hukum internasional sendiri memliki bentuk sebagai pejanjian bilateral dan multilateral.
2.3.9 Struktur Politik
Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam dunia bisnis seperti kondisi politik, sumber alam dan cuaca di negara yang bersangkutan. Selain itu, perlu juga diperhatikan stabilitas dan hastrat pemerintah dalam mendorong pertumbuhan investasi, juga perkiraan geografis dan sumber alam. Banyak kekuatan politik yang harus dihadapi bisnis, mempunyai sumber-sumber ideologi dan ada banyak lagi sumber-sumber lainnya. Hal ini meliputi masalah nasionalisme, terorisme, budaya, tingkat stabilitas pemerintah, hubungan dengan organisasi internasional dan badan usaha milik negara.

2.4     Pendekatan Budaya dalam Konteks-Rendah-Konteks-Tinggi Hall
Salah satu cara untuk mencirikan perbedaan dalam berbagai budaya adalah pendekatan konteks-rendah-konteks tinggi (low-context-high-context) yang dikembangkan oleh Edward dan Mildred Hall dalam budaya konteks rendah (low context culture) kata-kata yang dipakai pembicaraan secara eksplisit menyampaikan pesan pembicara tersebut kepada pendengarnya. Dalam budaya konteks tinggi (high context culture), konteks terjadinya pembicaraan tersebut akan sama pentingnya dengan kata-kata yang benar-benar diucapkan, dan petunjuk-petunjuk budaya berperan penting dalam memahami apa yang sedang dikomunikasikan.
2.5  Lima Aspek Budaya dalam Proses Manajemen
Ada lima aspek budaya dalam menjalankan proses manajmen yang akan mempengaruhi pelaku bisnis internasional disebuah negara antara lain.
1.        Cultural distance; pembentuk cultural system antara lain perbedaan agama, kepercayaan, ras, suku, bahasa dan norma sosial.
2.        Social Change; perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk nilai, sikap sosial dan pola perilaku diantara kelompok-kelompok masyarakat.
3.        Time Orientation; termasuk di dalamnya adalah manajemen waktu (time management).
4.        Language; bahasa.
5.        Value System; terdiri dari:
1.         Power system jarak kekuasaan; persepsi pemimpin yang selalu benar dan masyarakat tidak berinisiatif dalam mengambil keputusan
2.         Uncertainly avoidance  ketakutan dalam mengambil resiko dan tantangan dalam bisnis
3.         Individulism vs collectivism  budaya individualistime vs budaya kolektif sehingga menjadi bagian dari kelompok-kelompok yang menjadi loyalitas.
4.         Masculinity vs femininity (pandangan Hofstede) derajat  nilai-nilai dominan dalam masyarakat yang menekankan ketegasan.
Untuk itu diperlukan sekali pemahaman akan budaya-budaya yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis yang akan dilakukan pelaku bisnis khususnya pada bidang bisnis bersekala internasional terhadap budaya dimana merka melakukan kegiatan bisnis.
2.6  Budaya Mempengaruhi Semua Fungsi Bisnisinternasional
Terapat 4 fungsi bisnis yang akan terpengaruh oleh budaya dimana pelaku usaha melakukan kegiatan bisnis dengan sekala internasional pengaruh itu terjadi karna penyesuaina akan budaya-budaya yang ada di sebuah negara yang dijadikan tujuan kegiatan bisnis. Antaranya.
1.      Pemasaran
Beraneka ragam sikap dan nilai menghambat banyak perusahaan untuk menggunakan bauran pemasaran yang sama di semua pasar. Contoh cara mengiklankan produk.
2.      Manajemen Sumber Daya Manusia
Budaya menentukan pula suatu perusahaan dalam negevaluasi dan merekrut para karyawan dan manajer, terkadang perusahaan melihat latar belakang budaya seseorang dan tingkat pendidikan.
3.      Produksi
Nilai dan sikap yang dianut oleh masyarakat suatu Negara secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap metode proses produksi baru.
4.      Keuangan
Nilai dan sikap masyarakat suatu negara berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan individu maupun perusahaan. Sistem pencatatan keuangan harus dibekali dengan sikap kejujuran dan pencatatan yang rapih disertai bukti penerimaan-pengeluaran arus kas yang akan nantinya menentukan profitabilitas suatu perusahaan.

BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Pengertian dari kebudayaan itu sendiri merupakan sesuatu unsur-unsur dari masyarakat yang melekat sejak dahulu kala dan erat kaitanya dengan berdirinya sebuah bangsa atau negara. Setiap negara memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda baik dalam hal agama, kepercayaan, ras, suku, bahasa dan norma sosial.
Kebudayaan juga memiliki beberapa elemen-elemen penting yang memilik erat kaitanya dengan pola perilaku masyarakat di sebuah negara yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis pelaku bisnis yang berselaka internasional.
Beberapa pendekatan sosial budaya yang menjadi pedoman bagi pelaku bisnis untuk masuk dalam kegiatan ekonomi negara tertentu untuk dapat menyelaraskan kepentingan perusahaan dengan sumberdaya yang ada pada negara tersebut mengacu pada perfektif pandangan sosial untuk membuka pasar yang ada tampa adanya kesenjangan terhadap pemrintah dan masyarakat di negara itu sendiri.
Banyak sekali aspek-aspek dalam kebudayaan yang akan mempengaruhi perusahaan untuk mencapai keefektifan dan keefisiensian perusahaan maka perusahaan khususnya lingkup manajemen perusahaan sangat perlu memahami pengaruh aspek-aspek budaya tersebut.
Kegiatan bisnis internasional sangat terpengaruh pada budaya-budaya lokal khususnya perusahaan multinasional maka sangat diperlukan strategi yang efektif dalam fungsi bisnisnya semisal dalam proses promosi, manajemen sumberdaya manusia, produksi, dan dalam bidang keuangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analisis Jurnal Penelitian

I.                   PENDAHULUAN Perkembangan teknologi komunikasi, media dan informatika (telematika), terutama multimedia dan internet, t...