BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Tantangan utama dalam melakukan
bisnis internasional adalah untuk menyesuaikan secara efektif pada perbedaan
budaya, seperti penyesuaian membutuhkan pemahaman dari keragaman budaya,
persepsi, klise dan nilai. Dalam beberapa tahun belakangan ini, penelitian
menghubungkan antara dimensi kebudayaan dan perilaku-perilaku dan penelitian
telah terbukti berguna dalam penyediaan profil integrative dari budaya
internasional.
Kebudayaan sendiri memiliki artian menurut E.B. Taylor(1974)
bahwa arti kebudayaan adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi
pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta
kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari oleh manusia sebagai anggota
masyarakat. Sedangkan bisnis internasional memiliki artian Menurut Ball, McCulloch, Frantz,
Geringer, Minor (2006), Bisnis Internasional adalah bisnis yang
kegiatannya melampaui batas negara.
Dalam kenyataanya budaya sangat
berpengaruh terhadap kelancaran dalam dunia bisnis baik dalam perkembangna
dalam bisnis skala nasional maupun skala internasional. Sesuatu hal baru yang
tidak sesuai dengan kebudayaan suatu bangsa akan sulit diterima atau berkembang
didalam Negara tersebut.oleh karna itu penulis
menyusun makalah yang berjudul “Pengaruh
Sosial Budaya dalam Perdagangan Internasional”
1.2
Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari Kebudayaan ?
2. Apa aja elemen-elemen dari Kebudayaan ?
3. Bagaimana pendekatan dari Kebudayaan ?
4. Bagaimana aspek-aspek budaya mempengaruhi kegiatan manajemen
dalam Bisnis Internasional ?
5. Bagaimana pengaruh kebudayaan terhadap Bisnis Internasional ?
1.3
Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari Kebudayaan.
2. Untuk mengetahui elemen-elemen dari Kebudayaan.
3. Untuk mengetahui pendekatan dari Kebudayaan.
4. Untuk mengetahui aspek-aspek budaya mempengaruhi kegiatan
manajemen dalam Bisnis Internasional.
5. Untuk mengetahui pengaruh kebudayaan terhadap Bisnis
Internasional.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Kebudayaan
Sebagian besar ahli antropologi memandang kebudayaan sebagai keseluruhan
kepercayaan, aturan, teknik, lembaga, dan artefak ciptaan manusia yang
mencirikan populasi manusia. Dengan perkataan lain, kebudayaan terdiri atas
pola-pola yang dipelajari mengenai perilaku yang umum bagi anggota dari
masyarakat tertentu, yaitu gaya hidup yang unik dari suatu kelompok orang
tertentu. Kebanyakan antropolog juga sepakat bahwa:
1. Budaya dipelajari, bukan
pembawaan sejak lahir
2. Berbagai aspek budaya saling
berhubungan
3. Kebudayaan adalah berbagi
4. Kebudayaan menentukan
batas-batas dari kelompok yang berbeda
Karena masyarakat terdiri atas orang-orang dan budayanya, maka sebenarnya
hampir tidak mungkin membicarakan salah satu tanpa mengacu kepada yang lain.
Para antropolog sering kali menggunakan istilah yang dapat digunakan secara
bergantian atau menggabungkannya menjadi satu katasosiokultural. lni adalah
istilah yang akan digunakan, karena variabel-variabel yang menarik para pelaku
bisnis adalah baik sosial maupun kulturaVbudaya.
Sayangnya, terlalu sering terjadi bahwa orang yang hanya akrab dengan
satu pola budaya percaya bahwa mereka mempunyai kesadaran terhadap perbedaan
budaya di tempat lain, padahal pada kenyataannya tidaklah demikian. Kecuali
mereka memiliki kesempatan untuk melakukan perbandingan dengan budaya lain,
mereka barangkali bahkan tidak menyadari pentingnya fitur budayanya sendiri.
Mereka juga mungkin tidak mengetahui kenyataan bahwa banyak masyarakat
menganggap budayanya sendiri jauh lebih unggul dibandingkan dengan semua budaya
lainnya (etnosentrisitas), dan bahwa upaya mereka untuk memperkenalkan “cara
Jerman" atau “cara Amerika" mungkin akan menemui penolakan yang
keras.
Bagaimana para pelaku bisnis
internasional belajar untuk hidup dengan budaya-budaya lain? Langkah pertama
adalah menyadari bahwa terdapat budaya yang berbeda dari budayanya sendiri.
Kemudian, mereka harus terus mempelajari
karakteristik dari budaya-budaya tersebut sehingga dapat beradaptasi
dengannya. E.T. Hall, seorang antropolog terkenal. menyatakan bahwa itu dapat
dicapai hanya dengan dua cara:
1.
menghabiskan seumur hidup di
suatu negara atau
2. menjalani suatu program pelatihan yang sangat canggih dan
ekstensif, yang
Program yang dimaksud harus lebih dari sekadar penjelasan singkat
mengenal kebiasaan atau adat istiadat suatu negara. Program tersebut hendaknya
merupakan suatu studi mengenai apakah budaya itu dan apa yang dilakukannya,
sehingga menanamkan sebagian pengetahuan mengenai berbagai cara dengan mana
perilaku manusia telah dilembagakan di suatu negara.
2.2 Karakteristik Kebudayaan
Beberapa karakteristik kebudayaan perlu diperhatikan karena mempunyai
relevansi dengan bisnis internasional. Kebudayaan mencerminkan perilaku yang
dipelajari (learned behavior) yang ditularkan dari satu anggota
masyarakat yang lainnya, yaitu:
1. Unsur-unsur kebudayaan saling terkait (interrelated)
2. Kebudayaan sanggup menyesuaikan diri (adaptive),
artinya kebudayaan berubah sesuai dengan kekuatan-kekuatan eksternal yang
mempengaruhi masyarakat tersebut.
3. Kebudayaan dimiliki bersama (shared)
oleh anggota-anggota masyarakat dan tentunya menentukan keanggotaan masyarakat
tersebut. Orang-orang yang sama-sama memiliki suatu kebudayaan adalah anggota
suatu masyarakat, yang tidak memilikinya berada di luar batas masyarakat itu.
Beberapa pendapat lain tentang karakteristik budaya adalah sebagai berikut:
1. Dipelajari: budaya tidak diwariskan atau
bersifat biologi, budaya diperoleh dari pembelajaran dan pengalaman.
2. Dibagi: masyarakat adalah anggota dari
kelompok organisasi atau pembagian budaya masyarakat, budaya tidak spesifik
pada perorangan atau individu.
3. Perubahan generasi: budaya bersifat
kumulatif, melewati dari generasi yang satu ke generasi yang lainnya.
4. Simbolik: budaya berdasarkan pada
kapasitas mansia untuk memberi tanda dan menggunakan sesuatu untuk
menggambarkan yang lain.
5. Diteladani: budaya mempunyai struktur dan
terintegrasi, perubahan dari satu bagian akan membawa perubahan pada bagian
lain.
6. Penyesuaian: budaya berdasarkan pada
kapasitas manusia untuk berubah atau menyesuaian diri.
2.3 Elemen-elemen dari
Kebudayaan
Para ahli sangat bervariasi mengenai apa yang mereka anggap sebagai
komponen budaya, tetapi daftar berikut ini mewakili pemikiran mereka. Budaya
adalah:
1.Estetika
2.Sikap
dan kepercayaan
3.Agama
4.Budaya
material
5.Pendidikan
6.Bahasa
7.Organisasi
kemasyarakatan
8.Karakteristik
hukum
9.Struktur
politik
2.3.1
Estetika
Estetika berkaitan
dengan rasa keindahan, budaya dan selera yang baik serta diungkapkan dalam
seni, drama, musik, cerita rakyat dan lain-lain. Para pelaku bisnis internasional
tertarik pada aspek-aspek formal dari seni, warna dan bentuk karena arti
simbolis yang dimilikinya. Sedangkan cerita rakyat berguna untuk memelihara
rasa persatuan kelompok dan mengindikasikan bahwa seseorang merupakan bagian
dari kelompok tersebut.
2.3.2Sikap dan Kepercayaan
Setiap budaya memiliki seperangkat sikap dan kepercayaan
yang mempengaruhi hampir seluruh aspek dari perilaku manusia dan membantu
membawa ketertiban kepada masyarakat dan individu-individunya. Semakin banyak
yang dapat dipelajari oleh para manajer mengenai sikap-sikap kunci tertentu,
semakin siap mereka untuk memahami mengapa orang-orang berperilaku seperti yang
mereka lakukan, terutama ketika reaksi mereka berbeda dari yang diperkirakan
oleh manajer tersebut, sesuai dengan apa yang dipelajarinya ketika berurusan dengan
masyarakatnya sendiri. Sikap dan kepercayaan yang sangat penting
bagi pelaku bisnis antara lain sikap terhadap waktu, terhadap pencapaian dan
pekerjaan serta terhadap perubahan.
2.3.3
Agama
Agama adalah aspek penting kebanyakan masyarakat. Agama
mempengaruhi bagaimana cara anggota-anggota masyarakat berhubungan satu dengan
yang lain dan dengan pihak luar. Agama membetuk sikap yang dimiliki pemeluknya
terhadap pekerjaan, konsumsi, tanggung jawab individu, dan perencanaan untuk
masa depan. Dampak agama terhadap bisnis internasional berbeda-beda dari Negara
kenegara yang bergantung pada sistem hukum negara tersebut, homogenitas
keyakinan agamanya, dan toleransinya terhadap pandangan-pandangan agama lain.
2.3.4
Budaya Material
Kebudayaan material merujuk kepada semua
objek buatan manusia dan berkaitan dengan bagaimana orang membuat benda-benda
(teknologi), siapa (Who) membuat apa (What) mengapa-bagaimana
dibuat ( Why) dan untuk siapa (For Whom). Perbedaan dalam tingkat teknologi sebagai budaya
material antar negara menjadi dasar untuk menilai apakah negara tersebut
dikategorikan maju atau negara berkembang.Era teknologi informasi merubah
dengan cepat kemudahan dalam bisnis internasional
2.3.5
Pendidikan
Dalam arti luas pendidikan dapat dianggap
sebagai bagian dari proses belajar yang melengkapi seseorang untuk mengambil
peranannya di dalam masyarakat.Bagi pengusaha yang ingin berinvestasi di suatu
negara penting sekali untuk mengetahui tingkat dan ukuran pendidikan pada
negara tuan rumah, karena hal itu sangat berpengaruh dalam penentuan tenaga
kerja yang dibutuhkan.
Ketika negara berkembang menjadi negara
industri, terdapat persaingan yang lebih tinggi di pasar dan peluang tenaga
kerja berpendidikan tinggi meningkat. Namun terjadinya brain drain(emigrasi
dari tenaga professional berpendidikan tinggi ke negara lain) sangat merugikan
negara berkembang.Reserve brain drain (kembalinya tenaga-tenaga
profesonal berpendidikan tinggi ke negara asalnya) memberikan pengaruh yang
nyata atas daya saing negara asalnya dalam kancah internasional.
2.3.6
Bahasa
Bahasaa dalah
cerminan utama kelompok-kelompok budaya karena bahasa merupakan sarana penting
yang dipakai anggota-anggota masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain.
Para pakar telah mengidentifikasi sekitar 3.000 bahasa yang berbeda dan
sebanyak 10.000 dialek yang berlainan di seluruh dunia. Peranan bahasa :
1. Sebagai
Senjata Bersaing. Ikatan-ikatan
bahasa sering menciptakan keunggulan bersaing yang penting karena kemampuan
berkomunikasi sangat berperan penting dalam menjalankan transaksi bisnis.
2. Bahasa
Perantara. Untuk menjalankan
bisnis, para pelaku bisnis internasional harus mampu berkomunikasi. Bahasa
Inggris telah munculmenjadi bahasa umum yang dominan, atau bahasa perantara (lingua
franca) bisnis internasional.
3. Terjemahan. Beberapa perbedaan bahasa dapat diatasi melalui
penerjemahan. Dalam hal ini, penerjemah harus peka dengan hal-hal kecil dalam
konotasi kata-kata dan berfokus pada penerjemahan gagasan, bukan kata-kata itu
sendiri.
2.3.7
Organisasi Kemasyarakatan
Setiap Negara atau
masyarakat memiliki suatu struktur atau organisasi yang pengaturan
hubungan–hubungannya yang terpola, yang mendefinisikan dan mengatur cara
anggota-angotanya berinteraksi satu sama lain. Para antropolog mempelajari
aspek budaya dari organisasi kemasyarakatan ini menjadi tiga.
1. Berdasarkan pertalian keluarga; bagi
beberapa perusahaan asing keluarga besar (extended family) adalah
penting sebagai sumber koneksi bisnis.
2. Berdasarkan asosiasi bebas dari
individu-individu; asosiasi adalah unit-unit sosial berdasarkan atas usia,
gender atau minat yang sama bukan berdasarkan hubungan keluarga.Usia
merupakan faktor penting bagi perusahaan dalam melihat segmentasi pasar.
Sedangkan Gender mempengaruhi berubahnya suatu negara menjadi negara
industri maka lebih banyak wanita yang memasuki lapangan kerja, wanita menjadi
bagian penting dalam perekonomian.
3. Asosiasi Bebas. Kelompok-kelompok asosiasi bebas terdiri atas
orang-orang yang bergabung bersama-sama berdasarkan ikatan yang sama, yang
dapat berupa politik, pekerjaan, rekreasi, atau agama. Bahkan sebelum memasuki
suatu negara, manajemen sebaiknya mengidentifikasi kelompok-kelompok semacam
itu dan menilai kekuatan politik dan ekonomi mereka. Sebagaimana akan dilihat
dalam bab-bab berikutnya, organisasi-organisasi: konsumen telah memaksa banyak
perusahaan untuk mengubah produk, promosi, serta harga mereka, dan investasi
didukung atau ditentang oleh persatuan-persatuan buruh, yang sering kali merupakan
kekuatan politik yang ampuh.
2.3.8
Karakteristik Hukum
Kekuatan hukum yang dihadapi bisnis Internasional
sangat rumit karena bisnis dipengaruhi oleh berbagai undang-undang dan
peraturan yang dibuat oleh negara bagian/daerah, negara maupun organisasi internasional.Pemerintah
yang stabil dan adanya sistim pengadilan yang baik diperlukan untuk menjamin
lingkungan kondusif bagi pelaku bisnis. Karna setiap negara memiliki
karakteristik berbeda dalam sumber hukumnya akan tetapi seumber hukum
internasional sendiri memliki bentuk sebagai pejanjian bilateral dan
multilateral.
2.3.9
Struktur Politik
Ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam
dunia bisnis seperti kondisi politik, sumber alam dan cuaca di negara yang
bersangkutan. Selain itu, perlu juga diperhatikan stabilitas dan hastrat
pemerintah dalam mendorong pertumbuhan investasi, juga perkiraan geografis dan
sumber alam. Banyak kekuatan politik yang harus dihadapi bisnis, mempunyai
sumber-sumber ideologi dan ada banyak lagi sumber-sumber lainnya. Hal ini
meliputi masalah nasionalisme, terorisme, budaya, tingkat stabilitas
pemerintah, hubungan dengan organisasi internasional dan badan usaha milik
negara.
2.4
Pendekatan Budaya dalam Konteks-Rendah-Konteks-Tinggi Hall
Salah satu cara untuk mencirikan
perbedaan dalam berbagai budaya adalah pendekatan konteks-rendah-konteks tinggi
(low-context-high-context) yang dikembangkan oleh Edward dan Mildred Hall dalam
budaya konteks rendah (low context culture) kata-kata yang dipakai pembicaraan
secara eksplisit menyampaikan pesan pembicara tersebut kepada pendengarnya.
Dalam budaya konteks tinggi (high context culture), konteks terjadinya
pembicaraan tersebut akan sama pentingnya dengan kata-kata yang benar-benar
diucapkan, dan petunjuk-petunjuk budaya berperan penting dalam memahami apa
yang sedang dikomunikasikan.
2.5 Lima Aspek Budaya dalam Proses Manajemen
Ada lima aspek budaya dalam menjalankan
proses manajmen yang akan mempengaruhi pelaku bisnis internasional disebuah
negara antara lain.
1.
Cultural distance; pembentuk cultural system antara lain perbedaan agama,
kepercayaan, ras, suku, bahasa dan norma sosial.
2.
Social Change; perubahan yang terjadi pada lembaga-lembaga kemasyarakatan yang
mempengaruhi sistem sosialnya termasuk nilai, sikap sosial dan pola perilaku
diantara kelompok-kelompok masyarakat.
3.
Time Orientation; termasuk di dalamnya adalah manajemen waktu (time management).
4.
Language; bahasa.
5.
Value System; terdiri dari:
1.
Power system jarak kekuasaan; persepsi pemimpin yang selalu benar dan masyarakat
tidak berinisiatif dalam mengambil keputusan
2.
Uncertainly avoidance ketakutan dalam mengambil resiko dan tantangan dalam bisnis
3.
Individulism vs
collectivism budaya individualistime vs budaya
kolektif sehingga menjadi bagian dari kelompok-kelompok yang menjadi loyalitas.
4.
Masculinity vs
femininity (pandangan Hofstede) derajat
nilai-nilai dominan dalam masyarakat yang menekankan ketegasan.
Untuk itu diperlukan sekali pemahaman akan budaya-budaya yang dapat
mempengaruhi kegiatan bisnis yang akan dilakukan pelaku bisnis khususnya pada
bidang bisnis bersekala internasional terhadap budaya dimana merka melakukan
kegiatan bisnis.
2.6 Budaya Mempengaruhi Semua Fungsi Bisnisinternasional
Terapat 4 fungsi bisnis yang akan terpengaruh oleh budaya dimana pelaku usaha
melakukan kegiatan bisnis dengan sekala internasional pengaruh itu terjadi
karna penyesuaina akan budaya-budaya yang ada di sebuah negara yang dijadikan
tujuan kegiatan bisnis. Antaranya.
1. Pemasaran
Beraneka ragam sikap dan nilai menghambat
banyak perusahaan untuk menggunakan bauran pemasaran yang sama di semua pasar.
Contoh cara mengiklankan produk.
2. Manajemen Sumber Daya Manusia
Budaya menentukan pula suatu perusahaan
dalam negevaluasi dan merekrut para karyawan dan manajer, terkadang perusahaan
melihat latar belakang budaya seseorang dan tingkat pendidikan.
3. Produksi
Nilai dan sikap yang dianut oleh
masyarakat suatu Negara secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap metode
proses produksi baru.
4. Keuangan
Nilai dan sikap masyarakat suatu negara
berpengaruh terhadap pengelolaan keuangan individu maupun perusahaan. Sistem
pencatatan keuangan harus dibekali dengan sikap kejujuran dan pencatatan yang
rapih disertai bukti penerimaan-pengeluaran arus kas yang akan nantinya
menentukan profitabilitas suatu perusahaan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengertian dari
kebudayaan itu sendiri merupakan sesuatu unsur-unsur dari masyarakat yang
melekat sejak dahulu kala dan erat kaitanya dengan berdirinya sebuah bangsa
atau negara. Setiap negara memiliki berbagai kebudayaan yang berbeda baik dalam
hal agama, kepercayaan, ras, suku, bahasa dan norma sosial.
Kebudayaan juga memiliki
beberapa elemen-elemen penting yang memilik erat kaitanya dengan pola perilaku
masyarakat di sebuah negara yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis pelaku
bisnis yang berselaka internasional.
Beberapa pendekatan
sosial budaya yang menjadi pedoman bagi pelaku bisnis untuk masuk dalam
kegiatan ekonomi negara tertentu untuk dapat menyelaraskan kepentingan
perusahaan dengan sumberdaya yang ada pada negara tersebut mengacu pada
perfektif pandangan sosial untuk membuka pasar yang ada tampa adanya
kesenjangan terhadap pemrintah dan masyarakat di negara itu sendiri.
Banyak sekali aspek-aspek
dalam kebudayaan yang akan mempengaruhi perusahaan untuk mencapai keefektifan
dan keefisiensian perusahaan maka perusahaan khususnya lingkup manajemen
perusahaan sangat perlu memahami pengaruh aspek-aspek budaya tersebut.
Kegiatan bisnis internasional
sangat terpengaruh pada budaya-budaya lokal khususnya perusahaan multinasional
maka sangat diperlukan strategi yang efektif dalam fungsi bisnisnya semisal
dalam proses promosi, manajemen sumberdaya manusia, produksi, dan dalam bidang
keuangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar