Sabtu, 21 November 2015

TUGAS BAB 4

MANUSIA DAN CINTA KASIH

A.  Pengertian cinta kasih

Menurut kamus umum bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadama, cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada) atupun ( rasa ) sanga kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir bersamaan, sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta, karena itu cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka ( sayang ) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
            Walaupun cinta kasih mengandung arti hampir bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya, dengan kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan secara nyata.

            Pengertian tentang cinta dikemukakan juga oleh Dr Sarlito W.sarwono, dikatakanya cinta memiliki tiga unsur, yaitu keterikatan adalah adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau pergi dengan orang lain. Unsur yang kedua keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukan bahwa antara anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Unsur yang ketiga adalah kemesraan yaitu, adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalau jauh atau lama tidak bertemu, adanya ucapan yang mengungkapkan rasa asayang dan seterusnya.

            Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat. Cinta tingkat terendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta keluarga, kerabat, harta dan tempat tinggal.

            Hikmah cinta sangat lah besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan kecerdasaan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkanya. Diantara hikmah tersebut adalah :
1.      Sesungguhnya cinta itu adalah merupakan ujian terberat dan pahit dalam kehidupan manusia. Karena setiap cinta akan mengalami berbagai macam rintangan.
2.      Bahwa fenomena cinta yang teah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar dalam melestarikan kehidupan lingkungan.kalau bukan karena cinta tentu manusia tidak akan pernah terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang telah dicita-citakanya.
3.      Bahwa fenomena cinta merupakan factor utama didalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antara mereka. Juga untuk memanfaatkan kemajuan bangsa. Ia merupakan modal utama dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
4.      Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan peringkat yang paling kuat dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesama makhluk hidup, menegankkan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dri segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya.

B.  Cinta menurut ajaran agama

                Dalam kehidupan manusia , cinta menampakan diri dalam berbagai bentuk. Kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini dapat. Kadang mencintai orang lain, atau juga istri dan anaknya, hartanya atau Allah dan Rasulnya. Berbagai bentuk cinta ini bisa kita dapatkan dalam kitab suci Al-Qur’an.
              
                Cinta diri

                Cinta diri erat kaitanya dengan dorongan menjaga diri. Al-Qur’an telah mengungkapkan cinta alamiah manusia terhadap dirinya sendiri ini, kecenderunganya untuk menuntut segala sesuatu yang membahayakan keelamatan dirinya, dan menghindari dari segala sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya, melalui ucapan Nabi Muhammad SAW, bahwa seandainya beliau mengetahui hal-hal gaib, tentu beliau akan memperbanyak hal-hal yang baik baginya dan menjauhkan dari segala keburukan.
                        Diantara gejala yang menunjukan kecintaan terhadap dirinya sendiri ialah kecintaanya sangat terhadap harta, yang dapat merealisasikan semua keinginanya dan memudahkan baginya segala sarana untuk mencapai kesenangan dan kemewahan hidup ( QS. Al-‘Adiyat, 100:8 )

            Cinta kepada sesama manusia

                        Agar manusia hidup penuh dengan keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainya, tidak boleh ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Hendaknya menyeimbangkan cinta dan kasih sayangnya pada orang-orang lain, bekerja sama dan member bantuan kepada orang lain.
                        Al-Qur’an juga menyeru kepada orang-orang yang beriman agar saig cinta mencintai seperti cinta mereka pada diri mereka sendiri. Dalam seruan itu sesungguhnya terkandung pengarahan kepada para mukmin agar tidak berlebihan dalam mencintai diri sendiri.


            Cinta seksual

            Cinta erat kaitanya dengan dorongan seksual, ia merupakan factor yang primer bagi kelangsungan hidup keluarga
            “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri            dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya dan            dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian            itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. ( QS. Ar-Rum, 30:21 )”
            Dorongan seksual melakukan suatu fungsi penting, yaitu melahirkan keturunan demi kelangsungan jenis. Lewat dorongan seksual terbentuklah keluarga. Dari keluarga terbentuklah masyarakat dan bangsa. Dengan demikian bumi pun menjadi ramai, bangsa-bangsa salingkenal mengenal, kebudayaan berkembang, dan ilmu pengetahuan dan industry menjadi maju.

            Cinta kebapakan

            Dorongan ini nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan, dan merupakan faktor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.
            Cinta kebapakan dalam Al-Qur’an diisyaratkan dalam kisah Nabi Nuh as. Betapa cintanya ia kepada anaknya, tampak jelas ketika ia memangglnya dengan penuh rasa cinta, kasih sayang, dan belas kasihan, untuk naik ke perahu agar tidak tenggelam di telan ombak :
            “…Dan Nuh memanggil anaknya- sedang anak itu berada di tempat yang jauh            terpencil- : “ Hai..anakku, naiklah ( kekapal ) bersama kami dan janganlah kamu    berada bersama-sama orang-orang yang kafir “ (QS Yusuf, 12:84 )
            Cinta ini tampak pula dala doa Nabi Nuh as, yang memohon pada Allah semoga anaknya selamat:
            “Dan Nuh berseru kepada Tuhanya sambil berkata :” Ya Tuhanku, Sesungguhnya      anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan             Engkau adalah hakim yang seadil-adilnya “ ( QS,Hud, 11:45 )
            Biasanya cinta kebapakan nampak dalam perhatian seorang bapak  pada anak-anaknya, asuhan, nasehat, dan pengarahan yang diberikanya pada mereka, demi kebaikan dan kepentingan mereka sendiri.
          
            Cinta kepada Allah

            Puncak cinta manusia yang paling bening,jernih dan spiritual ialah cinta nya kepada Allah dan kerinduanya kepada-Nya. Tidak hanya dalam shalat, pujian, dan doanya saja tetapi juga dalam semua tindakan dan tingkah lakunya. Semua tingkah laku dan tindakanya ditujukan kepada Allah, mengharapkan penerimaan dan ridha-Nya.
            “katakanlah: “ jika kamu ( benar-benar ) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu” Allah maha pengampun lagi maha penyayang “ ( QS Ali-Imran, 3:31 )

            Cinta kepada Rasul

            Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat ke du setelah cinta kepada Allah. Ini karena Rasul merupakan ideal sempurna bagi manusia baik dala tingkah laku, moral, maupun berbagai sifat luhur lainya .

C.  Kasih sayang

                Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poewadaminta adalah perasaan sayang, perasan cinta atau perasaan suka kepada seseorang.
            Dalam kehidupan berumah tangga, kasih sayang merupakan kunci kebahagiaan. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
            Kasih sayang dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam, dari cara pemberian cinta kasih dapat dibedakan :

                           i.            Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif
   Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-   materil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa      respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat

                         ii.            Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif
   Dalam hal ini anak berlebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih   sayang ini diberikan secara sepihak, orang tua meniakan saja tingkah laku si anak, tidak         memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.

                       iii.            Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif
   Kehidupan keluarga ini sangat dingin, tidak ada kasih sayag, masing-maing membawa    caranya sendiri, tidak ada tegur sapa jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam                bidan materi saja.

                        iv.            Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif
   Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-      banyaknya saling menghargai, saling membutuhkan.

D. Kemesraan

            Kemesraan berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab, kemesraan ialah hubungan yang akrab antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang berumah tangga.
            Filsuf Rusia, Salvjef dalam bukunya makna kasih mengatakan “ jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, ia terlempar ke luar cinta diri. Ia mulai hidup baru untuk orang lain “
            Yose Ortage Y Gasset dalam novelnya “on love” mengatakan “ dikedalaman sanubarinya sorang pencinta merasa dirinya bersatu tanpa syarat dengan objek cintanya. Persatuan bersifat kebersamaan yang mendasar an melibatkan seluruh eksistensinya.”
            Selanjutnya Yose mengatakan, bahwa si pencinta tidaklah kehilangan pribadinya dalam aliran enersi cinta tersebut. Malahan pribadinya akan diperkaya dan dibebaskan. Cinta yang demikian merupakan pintu bagi sesorang untuk mengenal dirinya sendiri
            Kemampuan mencintai memberikan nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.

E.   Pemujuaan

                Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada Tuhanya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan kepada Tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
            Pemujaan kepada Tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
            Pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhanya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekurangan yang ada padanya, dll.

F.   Belas kasihan

                Cinta terhadap sesame adalah perpaduan antara cinta agape dan cinta philia.
            Cinta sesama ini diberikan istilah belas kasihan untuk membedakan antara cinta kepada orang tua, pria-wanita atau cinta kepada Tuhan.
            Dalam cinta sasama dipergunakan istilah belas kasihan karena cinta disini bukam karena cakapnya, kayanya, cantiknya, pandainya, melainkan karena penderitaanya. Penderitaan ini mengandung arti luas. Mungkin tua, sakit-sakitan, yatim, yatim piatu, penyakit yang dideritanya dan sebagainya.
            Perbuatan atau sifat belas kasihan adalah orang yang berakhlak. Manusia mempunyai potensi untuk berbelas kasihan. Masalahnya sanggupkah ia menggugah potensi belas kasihanya itu. Bila orang itu tergugah hatinya maka berarti orang berbudi dan terpujilah oleh Allah SWt.

 Cara-cara menumpahkan belas kasihan

            dalam kehidupan banyak sekali yang harus kita kasihani dan banyak acara kita menumpahkan belas kasihan. Orang-orang yang umumnya menderita lahir dan bathin umumnya sedikit tangan yang menaruh belas kasihan.
            Bebagai macam cara orang memberikan belas kasihan bergantung kepada situasi dan kondisi. Ada yang memberikan uang, ada yang memberikan barang, ada yang memberikan pakaian, makanan, dll.

G.  Cinta kasih erotis

                Pertama-tama cinta kaih erotis kerap kali dicampurbaurkan dengan pengalaman yang eksplosif berupa jatuh cinta, yaitu keruntuhan tiba-tiba tembok yang sampai waktu itu terdapat diantara dua orang yang asing satu sama lain. Tetapi seperti telah dikatakan, pemgalaman intimitas, kemesraan yang tiba-tiba ini pada hakekatnya hanyalah sementara saja. Bila orang asing tadi telah menjadi seseorang yang diketahui secara intim, tak ada lagi rintangan yang harus diatasi, tidak ada lagi kemesraan tiba-tiba yang harus diperjuangkan.

Rabu, 18 November 2015

TUGAS BAB 3


KONSEP ILMU BUDAYA DASAR DALAM KESUSASTRAAN

A. PENDEKATAN KESUSASTRAAN
    Hampir disetiap jaman seni termasuk sastra memegang peranan yang penting dalam the humanities. Ini terjadi karena seni merupakan ekspresi nilai-nilai kemanusiaan, dan bukanya formulasi nilai-nilai kemanusiaan seperti yang terdapat dalam filsafat atau agama. Dibanding dengan cabang the humanities yang lain, seperti misalnya ilmu bahasa, seni memegang peranan yang penting, karena nilai-nilai kemanusiaan yang disampaikanya normatif.
                Hampir disetip jaman sastra mempunyai peranan lebih penting. Alas an pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hamper semua pernyataan manusia
                Sastra juga lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakikatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
                 Karena seni memegang peranan penting maka seniman sebagai pencipta karya seni juga penting, meskipun yang lebih penting adalah karyanya. Seniman adalah media penyampai nilai-nilai kemanusiaan. Kepekaan menyebabkann dia mampu menangkap hal yang lepas dari pengamatan orang lain.

B. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PROSA

                Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
     1.) Prosa lama meliputi
           Dongeng-dongeng
           Hikayat
           Sejarah
           Epos
          Cerita pelipuur lara
     2.) Prosa baru meliputi
           Cerita pendek
           Roman/novel
           Biografi
           Kisah
          Otobiografi

 C.  NILAI-NILAI DALAM PROSA FIKSI
   
      1.  Prosa fiksi memberikan kesenangan
Pemabaca mendapatkan pengalaman sebagaimana mengalaminya sendiri peristiwa itu atau kejadian yang dikisahkan. Pembaca dapat mengembangkan imajinasinya untuk mengenal daerah atau tempat yang asing yang belum dikunjunginya. Pembaca juga dapat mengenal tokoh-tokoh yang aneh atau asing tingkah lakunya atau mungkin rumit perjalanan hidupnya untuk mencapai sukses.
      2. Prosa fiksi memberikan informasi
Fiksi memberikan sejenis informasi yang tidak terdapat di dalam ensiklopedia. Dalam novel sering kita dapat belajar sesuatu yang lebih daripada sejarah atau laporan jurnalistik tentang kehidupan masa kini, kehidupan masa lalu, bahkan juga kehidupan yang akan dating atau kehidupan yang asing sama sekali

     3. Prosa fiksi memberikan warisan cultural
Prosa fiksi dapat mensimuli imajinasi, dan merupakan sarana bagi pemindahan yang tak henti-hentinya dari warisan budaya bangsa.

     4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
Ada semacam kaidah kemungkinan yang tidak mungkin dalam fiksi yang memungkinkan pembaca untuk memperluas dam mendalami persepsi dan wawasanya tentang tokoh, hidup dan kehidupan manusia. Dari banyak memperoleh pengalaman sastra, pembaca akan terbentuk keseimbangan wawasanya, terutama dalam menghadapi kenyataan-kenyataan diluar dirinya yang mungkin sangat berlain dari pribadinya.

D. ILMU BUDAYA DASAR YANG DIHUBUNGKAN DENGAN PUISI

                Puisi termasuk seni sastra, sedangkan sastra bagian ari kesenian, dan kesenian cabang/unsure dari kebudayaan. Kalau diberi batasan ,maka puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia,alam dan tuhan melalui media bahasa yang artistic/estetik yang secara padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
                Kepuitisan, keartistikan bahasa puisi disebabkan oleh kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
     1.       Figurasi bahasa seperti gaya personifikasi, metaforsa, perbandingan, alegori, dsb sehingga puisi menjadi segar,hidup,menarik, dan memberikan kejelasan gambaran angan.
     2.       Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda, banyak tafsir
     3.       Kata-kata berjiwa yaitu kata-kata yang sudah diberi suasana tertentu, berisi perasaan dan pegalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup dan memukau
     4.      Kata-kata yang konotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan nilai-ilai rasa dan asosiasi tertentu
    5.      Pengulangan, yang berfungsi untuk menintensifkan hal-hal yang dilukiskan, sehingga lebih menggugah hati.

Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan ilmu budaya adasr adalah :
    Puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan” ini berarti bahwa manusia senantiasa ingin memiliki salah satu kebutuhan dasarnya untuk lebih meghidupkan pengalaman hidupnya dari sekedar kumpulan pengalaman langsung yang terbatas. Dengan perwakilan itu dapat memberikan kesadaran yang pentng untuk melihat dan mengerti banyak tentang dirinya sendiri dan masyarakat.
2.  Puisi dan keinsyafan / kesadaran individual
Dengan membaca puii mahasiswa dapat diajak menjenguk hati/pikiran manusia, baik orang lain maupun diri sendiri, karena melalui puisi sang penyair menunjukan kepada pembaca bagian dalam hai manusia, ia menjelaskan pengalaman setiap orang.

1. Puisi dan keinsyafan sosial
Secara imajinatif puisi dapat menafsirkan situasi dasar manusia sosial yang bisa berupa :
        -Penderitaan atas ketidak adilan
        -Perjuangan untuk kekuasaan
        -Konflik dengan sesamanya
        -emberontakan terhadap hokum tuhan

                Mari kita perhatikan kutipan-kutipan prosa dan puisi di bawah ini
              
                                SURAT DARI IBU
                                Asrul sani
                Pergi ke dunia luas anakku sayang
                Pergi ke hidup bebas
                Selama angin masih angin buritan
                Dan matahari pergi menyinari daun daunan
                Dalam rimba dan padang hijau

                Pergi ke laut lepas anakku saying
                Pergi ke alam bebas
                Selama hari belum petang
                Dan warna senja belum kemrah-merahan
                Menutup pintu waktu lampau

                Jika bayang telah pudar
                Dan elang laut pulang kesarang
                Angin bertiup ke benua
                Tiang-tiang akan kering sendiri
                Dan mahkota sudah tau pedoman
                Boleh engkau dating padaku
                Kembali pulang anakku saying
                Kembali kebalik malam
                Jika kapal telah rapat ke tepi
                Kita segera bercerita
                Tentang cinta dan hidupmu pagi hari


                Asrul sani dengan sajaknya “surat dari ibu”mengungkapkan betapa tulus cinta dan kasih saying eorang ibu kepada anaknya. Bukan dengan memenjakanya melainkan dengan nasehat dan petuah-petuah agar anaknya pergi menuntun ilmu kenegri seberang, dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Kalau anaknya telah menjadi orang barulah ia boleh pulang dan si ibu akan membicarakan masa depanya, hidup berumah tangga.

Sabtu, 07 November 2015

TUGAS BAB 2

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
      A.    MANUSIA
Manusia dialam dunia ini memegang peran unik, dan dapat di pandang dari berbagai segi. Dalam ilmu ekstasa, manusia dipandang sebagai kumpulan partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terikat satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu sosial, manusia merupakan makhlukyang ingi memperoleh keuntungan , sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi) manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat).
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
1     1.     Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu:
a.   Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba, difoto, dan menempati ruang dan waktu.
b.      Hayat, yaitu mengandung unsur hidup , yang ditandai dengan gerak.
c.  Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.
d.      Nafs, yaitu dalam pengertian diri atau keakuan.
       2.    Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu:
a.      Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitifdan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang terkait dengan sex, yang secara ingstingual menentukan proses ketidaksadaran (unconcius).
b.      Ego, merupakan bagia kepribadia yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut “eksekutif”. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan dua tahun. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntutan lingkungan luar.
c.    Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, dibanding dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas didalam lingkungan luar diri.

      B.     HAKEKAT MANUSIA
a.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, eujudnya konkrie tetapi tidak konkrit. Jiwa terdapat didalam tubuh. Jiwa adalah roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibanding dengan makhlik lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karna manusia dilengkapi oleh penciptnya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia ada dua macam yaitu perasaan indrawi dan perasaan rohani misalnya:
Perasaan intelektual
1.      Perasaan esetis
2.      Perasaan etis
3.      Perasaan diri
4.      Perasaan sosial
5.      Perasaan religius
c.       Makhluk biokultur, yaitu makhluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari interaksi faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologibagai makhluk biokimia, psikobiologi, patologi,dll. Sebagai budayawi manusia dapat dipelajari dari segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial,kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dll.
d.      Makhluk lingkungan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren kienkegard filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupsn estetis, manusia mampu mengungkapkan dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan. Dengan etis manusioa meningkatkan kehidupan estetis kedalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan.

       C.    KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Francis L.K Hsumengombinasikan dalam dirinya keahliandidalam ilmu antropologi, psikologi, imlu filsafat, dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisannya berjudul Psysichological Homeostatis Cina Klasik.
Sampai sekarang ilmu psikologi di negara Barat itu terutama mengembangkan teori dan konsep aneka warna isi jiwa serta alat atau metode untuk menganalisi dan mengukur secara detail variasi isi jiwa warna individu itu. Sebaliknya, ilmu itu masih kurang mengembangkan konsep yang menganalisis jaringan berkait antara jiwa individu dengan lingkungan sosial budayanya.

      D.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan jika dikaji dalam asal kata sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.
Budaya dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik material maupun non material.
Secara praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (Vital).
Sistem nilai dan gagasan utama itu dihayati benar-benar pendukung kebudayaan yang bersangkutan kurung waktu tertentu, sehingga mendominsi keseluruhan para pendukung itu.
Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan, yaitu sistem ideologi, sosial, dan teknologi.
Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem dan berupa interpretasi oprasional.
Sistem sosial meliputi hungan dan kegiatan sosial didalamlingkungan kerabat, maupun dengan masyarakat luas serta pemimpin-pemimpinnya.
Sistem teknologi meliputi perhatian serta penggunannya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.

      E.    UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
C.KLUCKHOHN didalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan Universal, yaitu:
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan).
2. Sistem organisasi masyarakat.
3. Sistem pengetahuan.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi.
5. Sistem teknologi dan peralatan.
6. Bahasa.
7. Kesenian.

      F.   WUJUD KEBUDAYAAN
         Menurut dimensi wujudnya kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu:
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2.      Kompleks aktivitas
3.      Wujud sebagai benda
Ketiga wujud budaya itu, dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan dan karya manusian. Baik pikiran dan ide, maupun tindakan dalam karya manusia.
      G.   ORIENTASI NILAI DAN BUDAYA
    Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.kluckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sistem nilai dalam semua kebudayaan didunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.      Hakekat hidup manusia (MH)
2.      Hakekat karya manusia (MK)
3.      Hakekat waktu manusia (WM)
4.      Hakekat alam manusia (MA)
5.      Hakekat hubungan manusia (MN)

      H.   PERUBAHAN KEBUDAYAAN
       Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi karna ia mengadakan hubungan dengan manusia lain.
Terjadinya gerak/perubahan disebabkan oleh:
1.      Sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalny perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2.      Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan ini, selain karna jumlah penduduk dan komposisinya, juga karna adanya difusi kebudayaan, penemuan baru,khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan perubahan budaya berbeda, dalam perubahan sosial terjadi perubahan struktur sosial dan pola kehidupan sosial.
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.
Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur kebudayaan asing, sehingga unsur kebudayaan asing dengan lambat laun diterima dan diolah didalam kebudayaanya sendiri, tanpa menghilangkan kepribadian dari budayanya itu sendiri.
Proses akulturasi  didalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat lain dan diantara mereka terjadi hubungan, pada saat itu lah unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, mempermudah proses akulturasi tesebut.
             A. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima.
                          B.   Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima.
                          C.   Individu manakah yang dapat menerima unsur-unsur baru.
                          D. Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat dari akulturasi tersebut.
Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu yang cepat unsur kebudayaan asing. Sebaliknya generasi tua dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru. Hal itu disebabkan norma yang tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sukar untuk menerima budaya baru.
Pada akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integrasi antara unsur kebudayaan asing dengan unsur kebudayaan sendiri. Dengan demikian unsur kebudayaan asing tida lagi dirasakan sebagai hal yang berasal dari luar.

I     I.   KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN.
Secara sederhana hubungan manusia dengan kebudayaan adalah: manusia sebagai prilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Tampak bahwa keduanya merupakan satu kesatuan, contoh: hubungan manusia dengan peraturankemasyarakatan. Pada awalnya peraturan itu dibuat manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh pada peraturan yang dibuatnya. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dengan kebudayaan dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialettis tercipta melalui tiga tahap:
1.     Eksternalisasi, proses dimana manusia mengepresikan dirinya dngan membangun duniany.
2.   Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dari manusia lain.
3.      Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Manusia dan kebudayaan atau manusia dan masyarakat, mempunyai hubungan keterkaitan. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu.







Analisis Jurnal Penelitian

I.                   PENDAHULUAN Perkembangan teknologi komunikasi, media dan informatika (telematika), terutama multimedia dan internet, t...