Sabtu, 12 Januari 2019

Analisis Jurnal Penelitian

I.                   PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi komunikasi, media dan informatika (telematika), terutama multimedia dan internet, telah mengubah masyarakat dalam melakukan sebagian besar aktifitas. Perusahaan dewasa ini banyak dituntut untuk memiliki strategi bisnis yang kuat, demi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan dan mengembangkan pemasarannya. Dalam membangun kekuatan dan strategi tersebut diperlukan alat yang dapat mendukung pemasaran dalam meningkatkan penjualan produk dan jasa. Salah satu teknologi informasi dan komunikasi yang dapat digunakan adalah internet.

Penggunaan internet dapat mempermudah untuk berkomunikasi serta memperoleh informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan akurat. Dengan memanfaatkan internet, perusahaan dapat memasarkan produknya secara elektronik atau online, istilahnya e-marketing. Perusahaan juga dapat mempromosikan keberadaannya agar lebih dikenal masyarakat luas.

PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara sejak beberapa tahun terakhir membentuk suatu unit kerja baru yaitu pengembangan usaha untuk melakukan ekspansi usaha dengan mengelola atau merawat gedung-gedung di luar induk perusahaan PT. Bank Mandiri, serta melaksanakan jasa konstruksi atau renovasi gedung dengan menempatkan tenaga ahli konstruksi berpengalaman dibidang arsitektur dan sipil agar bersinergi dengan keahlian mekanikal atau elektrikal yang telah dimiliki perusahaan selama ini.
Tujuan dan manfaat pada penulisan ini adalah mengembangkan website e-marketing yang tepat bagi  perusahaan sehingga mampu menjadi media yang tepat bagi perusahaan dalam memasarkan jasanya agar meraih pelanggan dengan lebih baik. Mendukung strategi pemasaran sehingga mampu meningkatkan pangsa pasar serta meningkatkan hubungan yang lebih baik di masa mendatang. Diharapkan pelanggan akan lebih mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan mengenai perusahaan sehingga kepuasan pelanggan dapat terpenuhi. Mendapatkan pengetahuan dan wawasan tambahan dalam hal pemasaran, khususnya e-marketing.

II.                LANDASAN TEORI
Menurut Nielsen (2006), dalam mengembangkan suatu website, ada beberapa hal yang perlu diamati sehubungan dengan konsep usability “kegunaan” yang merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan, yaitu : (1) keterbukaan, (2) pengalaman pengguna web, (3) lebih awal meninjau temuan kegunaan web, (4) memprioritaskan pencarian, navigasi dan arsitektur informasi, (5) mudah dibaca & menyajikan elemen-elemen halaman, (8) menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan masyarakat, dan (9) desain yang baik.

E-marketing adalah suatu proses membangun dan mempertahankan hubungan dengan pelanggan melalui suatu kegiatan online untuk memberikan fasilitas pertukaran ide, produk dan pelayanan untuk memenuhi keinginan dari kedua belah pihak (Rafi et al, 2003).

Kotler (2003) berpendapat bahwa e-marketing adalah sisi pemasaran dari e-commerce yang terdiri dari usaha perusahaan untuk memberikan informasi, berpromosi dan menjual produk dan pelayanan melalui internet. Bagian lain selain e-marketing adalah e-purchasing, yang merupakan sisi proses penjualan e-commerce.


III.             ANALISIS
ANALISIS JURNAL PENELITIAN ILMIAH MENGENAI
“Pengembangan Website e-marketing studi kasus pada PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara”
Sebelum melakukan pemasaran melalui internet, perusahaan telah melakukan analisis terhadap peluang pasar yang akan diperoleh nantinya. Perusahaan melakukan analisis bisnis yang ada dan mempertimbangkan untuk membuat strategi pemasaran yang potensial yang dapat memperkuat strategi unit bisnisnya. Strategi pemasaran seperti : (a) segmentasi-berdasarkan karakteristik segmentasi, pasar perusahaan masih tetap terbagi menjadi dua segmen yaitu membangun dari awal produk arsitektur yang belum ada dan mengembangkan produk arsitektur yang sudah ada.

Untuk kebutuhan customer relationship perusahaan dapat melakukan : (a) awarness – beberapa strategi yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan awarness bagi konsumen lama maupun calon konsumen melalui dua cara,yaitu offline – dilakukan dengan mencantumkan alamat situs web perusahaan pada company profile maupun kartu nama yang diberikan kepada pelanggan. Domain alamat email yang telah digunakan adalah www.ptugbdn.co.id. Digunakannya www.ptugbdn.co.id sebagai nama dari alamat web perusahaan karena lebih dikenal oleh pelanggan lama perusahaan serta untuk pelanggan baru perusahaan akan lebih mudah mengingat sehingga tidak menimbulkan kebingungan bagi pelanggan.

Sistem pemasaran yang sedang berjalan atau yang ada sebelumnya terdapat kebutuhan maupun harapan member yang belum terpenuhi. Selain itu pula, terdapat peluang pasar yang cukup besar bagi perusahaan untuk mengembangkan dan memperluas pangsa pasarnya. Sistem yang baru menawarkan fitur fungsionalitas dan penyebaran informasi perusahaan kepada calon-calon pelanggan serta membantu perusahaan merancang strategi pemasaran, program pemasaran dan bauran dalam memelihara bisnis dengan pelanggan yang mendukung interaksi.

IV.              REFERENSI
Buku :
Chaffey, Dave. 2000. Internet marketing:Strategy, Implementation and Practice. New Jersey: Pretince Hall.

Kotler, Philip. 2003. Marketing Management. New Jersey:Pearson Education.

Nielsen J. & Loranger H. 2006. Prioritizing Web Usability. Berkeley : New Riders.

Whitten, Jeffrey. 2001. System Analysis & Design Method. New York : Mc Graw-Hill.

Jurnal Nasional :
Honny san Fitri Amelia. 2011. “Pengembangan Website e-marketing studi kasus pada PT. Usaha Gedung Bank Dagang Negara”. Jurnal Sistem Informasi : Binus University.

E-Marketing

BAB I
PENDAHULUAN

Konsep menjual di internet sebenarnya tak ubahnya dengan bisnis offline (konvensional) seperti pada umumnya, yakni Anda bisa menjual apapun macam dan jenis produk yang ada di dunia offline. Perbedaan paling kentara di sini adalah bisnis internet ditunjang dengan media komunikasi bernama internet yang memungkinkan orang bisa berinteraksi di seluruh dunia walau tanpa bertatap muka sehingga pangsa pasar tidak dibatasi oleh wilayah dan waktu. Namun mungkin fikiran kita selama ini “tercemari” oleh iklan-iklan yang beredar di internet, terutama yang sering kita jumpai di situs-situs lokal, bahwa bisnis internet itu hanya jualan ebook ataupun produk-produk digital sejenis sehingga mempengaruhi pola pikir seseorang dan membuat kesan yang bisa dijual di internet hanya itu-itu saja. Memang kita tidak dapat menyangkal bahwa untuk urusan internet marketing Indonesia adalah negara paling ramai sedunia dalam keyword tersebut, ini menunjukkan peminat pola pemasaran ini begitu besar di negeri ini yang memang berpenduduk besar. Dan juga peminat produk-produk demikian memang banyak, apalagi topiknya seputar make money online. Selain itu, memasarkan produk-produk digital memang tidak membutuhkan biaya marketing yang besar karena tidak terpotong biaya transportasi dan segala hal yang membebani. Meskipun begitu, saya yakin di tahun-tahun mendatang Indonesia akan memunculkan program dan produk berkualitas yang lebih beragam dan berkualitas.




BAB II
TEORI
A.    PENGERTIAN E-MARKETING
Pemasaran Internet atau pemasaran elektronik (bahasa Inggris: Internet marketing, e-marketing, atau online marketing) adalah segala upaya yang dilakukan untuk melakukan pemasaran suatu produk atau jasa melalui atau menggunakan media elektronik atau internet. Terdapat beberapa ahli yang mencoba mendefinikan E-         Marketing seperti yang diutarakan oleh Armstrong dan Kottler, menurutnya E-Marketing merupakan sisi pemasaran dari E-Commerce, yang didalamnya terdiri dari kerja perusahaan untuk mengkomunikasikan (memberi tahu) sesuatu, mempromosikan, serta menjual barang dan jasa melalui internet.
Dewasa ini E-Marketing mulai diminati banyak perusahaan seiring dengan perkembangan teknologi internet. Dimana saat ini hampir setiap orang di seluruh dunia dapat mengakses internet. Atas dasar alasan inilah kenapa banyak perusahaan berbondong-bondong melakukan pemasaran produknya produknya dengan E-Marketing.
Manfaat dan Kelebihan E-Marketing
Ada banyak manfaat serta kelebihan yang dapat diambil oleh perusahaan dari cara pemasaran E-Marketing diantaranya adalah sebagai berikut:
1.      E-Marketing dapat menjangkau berbagai lapisan konsumen dalam suatu lingkungan belum dipenuhi atau disentuh oleh pesaing
2.      Target E-Marketing merupakan konsumen yang telah terbagi ke dalam kelompok serta dapat mengembangkan dialog berkelanjutan.
3.      E-Marketing memungkinkan transaksi bisnis dilakukan secara elektronik sehingga biaya yang timbul relative rendah. Seperti misalnya E-mail atau data files dapat dipindahkan pada konsumen dalam hitungan detik
4.      Proses penjualan dala E-Marketing bersifat langsung dari produsen ke konsumen tanpa harus melewati jalur distribusi klasik, sehingga lebih efektif dan efisien.
5.      Dapat menambahkan produk untuk dipasarkan secara cepat dan melakukan perubahan dalam rencana penjualan dengan sangat cepat.
6.      Dengan E-Marketing memungkinkan untuk mengawasi pesaing.
7.      Dengan E-Marketing melacak kegiatan penjualan yang sudah terjadi, beserta langkah-langkah dan hasil yang diperoleh dapat dilakukan dengan mudah
8.      Karena tidak melewati jalurdistribusi, maka dialog antara perusahaan dengan konsumen dapat terjadi dlam E-marketing.
9.      Memudahkan dalam mendistribusikan program serta informasi tentang produk melalui E-mail maupun file transfer.
10.  Tidak ada batasan waktu karena bisa diakses 24 jam penuh
11.  E-marketing dapat menjangkau pasar yang lebih luas dibandingkan dengan strategi pemasaran lain bahkan bisa sampai ke manca Negara
12.  E- marketing dapat emngurangi biaya pemasaran karena tidak perlu membuat outlet berbentuk fisik, tidak perlu spanduk, brosur dan lain sebagainya.
Itulah beberapa manfaat serta keuntungan yang dapat diambil dari penerapan strategi pemasaran E-Marketing.

B.     KASUS DALAM E-MARKETING
Contoh Kasus Email Marketing Sony Playstation
Di tahun 2012, Sony menjalankan kampanye via email marketing untuk meningkatkan penjualan produknya PlayStation Vita pada saat Natal. Kampanye ini bertujuan untuk menjaring pengguna PlayStation Plus, pelanggan PS Vita yang sudah ada, dan pengguna PlayStation 3 (PS3) yang sudah tergabung dalam PS Network. Diukur dari ROI, hasilnya sungguh mengejutkan.

Isi email marketing yang mereka kirim, dibuat sesuai dengan profil masing-masing pengguna. Misalnya untuk pelanggan PlayStation Plus, memperoleh tambahan konten-konten yang bisa didownload. Sementara untuk pengguna PS3, mereka menawarkan game-game yang bisa dimainkan antara PS3 dengan PS Vita. Untuk beberapa daerah tertentu mereka juga memberikan kupon untuk bisa mendapatkan potongan harga. Misalnya untuk daerah DACH (wilayah eropa yang menggunakan bahasa Jerman), mereka memberikan voucher Amazon, sementara daerah lain diberikan kupon yang terlampir di email untuk ditukarkan di toko setempat.

Setiap pelanggan menerima email ini sebulan sekali, selama beberapa bulan sebelum natal.
Hasilnya bisa diringkas sebagai berikut:
·         Email marketing ini menjangkau 4.2 juta audiens di 16 wilayah
·         Dari 1.1 juta orang yang membuka email, 9,236 terhubung via Vita Console.
·         Dari budget sekitar Rp. 73 juta, memperoleh ROI sebanyak 580x dari total rupiah yang dihabiskan.

Jadi, email marketing dengan pendekatan yang spesifik dapat memberi ROI yang sangat tinggi. Kampanye yang dijalankan oleh PlayStation tersebut mencakup 3 prinsip vital dalam menjalankan email marketing:

·         Urgensi
Email marketing harus menekankan sense of urgency. Misal: promo ini hanya berlaku pada saat natal. Jika tidak diambil tidak akan muncul lagi.
·         Detail
Mereka membagi-bagi pelanggan berdasarkan karakter dan geografi, lalu memberikan penawaran yang berbeda untuk masing-masing.
·         Data
Adanya penawaran yang detail dengan bentuk penawaran yang berbeda, karena didukung data yang kuat. Sebelum menjalankan kampanyenya, pihak Sony telah mengetahui karakter pengguna di daerah DACH yang berbeda dengan daerah lain.

C.    KOMUNIKASI DALAM PEMASARAN GLOBAL
Para profesional humas dengan tanggung jawab internasional mereka harus mampu melampaui hubungan media dan melayaninya lebih dari sekedar sebagai corong perusahaan, mereka dituntut untuk secara bersama-sama membangun konsensus dan pemahaman, menciptakan kepercayaan dan harmoni, pandai bicara dan mempengaruhi opini publik, mengantisipasi konflik dan menyelesaian perselisisihan.
Salah satu konsep dasar dari praktik humas adalah mengetahui siapa yang menjadi pendengar atau pemirsa. Bagi praktisi humas global, ini berarti mengetahui pemirsa di negara asal dan negara tuan rumah. Untuk itu, dibutuhkan keahlian khusus termasuk kemampuan berkomunikasi dalam bahasa negara tuan rumah dan akrab dengan adat istiadat local.
Variabel-variabel yang Mempengaruhi Komunikasi Pemasaran Global: 
a.       Budaya
         Simbol
         Institusi dan kelompok
         Nilai
b.      Media
Perkembangan media dipengaruhi oleh perubahan struktural dan regulasi menyangkut industri media di setiap negara. Banyak organisasi (media dan agen) berusaha tumbuh melalui deversifikasi dan pengembangan jaringan internasional (pertumbuhan organik dan aliansi). Ada kecenderungan terjadi peningkatan konsentrasi kepemilikan dan pengendalian terhadap sebagian besar industri media oleh sejumlah kecil organisasi atau individu.











BAB III
ANALISIS

ANALISIS JURNAL E-MARKETING “ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN MELALUI MEDIA ONLINE (E-MARKETING)”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menentukan variabel yang dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen serta mengetahui variabel Manfaat atau Hambatan dalam bertransaksi yang secara dominan merupakan variabel yang dipertimbangkan dalam keputusan pembelian konsumen melalui media online (e-Marketing) dan juga mengetahui kecenderungan perilaku konsumen dimasa yang akan datang jika dilihat dari Zscore yang terbentuk. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan survey terhadap 100 responden melalui penyebaran kuesioner. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan teknik quota dan purposive sampling. Berdasarkan fungsi diskriminan dapat disimpulkan bahwa ternyata dari kedua variabel tersebut ternyata variabel manfaat dalam bertransaksi yang paling dominan dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen melalui media online (e-Marketing). Berdasarkan hasil perhitungan Zscore, didapatkan kecenderungan perilaku konsumen dimasa yang akan datang dalam keputusan pembelian ( jarang atau sering) yaitu lebih banyak konsumen yang sering membeli dibandingkan dengan konsumen yang jarang membeli




BAB IV
REFERENSI

https://media.neliti.com/media/publications/17909-ID-analisis-keputusan-pembelian-konsumen-melalui-media-online-e-marketing.pdf

Rabu, 05 Desember 2018

Strategi Memasuki Pasar Global

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Bagaimana menjalankan roda bisnis di pasar-pasar internasional ? Yakni, apakah akan mengekspor, merundingkan suatu pemberian lisensi atau pertanian waralaba, mendirikan usaha patungan, atau mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya. Meskipun secara prinsip pilihan pasar dan cara masuk merupakan keputusan yang terpisah, karakteristik khusus negara dan juga jalan masuk pasar internasional serta strategi ekspansi akan berdampak pula atas pilihan cara masuk.
Disejumlah negara berbagai karakteristik negara, seperti ukuran pasar, tingkat pertumbuhan, stabilitas politis, risiko lingkungan, kondisi operasi, dan infrastuktur, berdampak atas ketersediaan manajemen mengucurkan sumber daya untuk sebuah negara atau pasar tertentu dan juga cara masuknya. Pasar kecil kerapkali paling baik dilayani melalui pengeksporan atau pemberian lisensi, sebagai contoh. Demikian pula, manajemen mungkin menghendaki pembatasan komitmen sumber daya ke negara-negara dengan tingkat risiko yang tinggi atau infrastruktur yang buruk melalui perjanjian pemberian lisensi atau usaha patungan dengan mitra lokal. Sama halnya, jika manajemen berharap dapat memasuki sejumlah negara secara cepat, sumber daya dan waktu yang dibutuhkan untuk mendirikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya mungkin akan menghambat, yang mengakibatkan perusahaan menggunakan cara pemberian lisensi atau usaha patungan.
Karakteristik produk, sifat permintaan, hambatan perdagangan, tujuan manajemen, dan sasaran ekspansi juga mempengaruhi keputusan pemilihan cara masuk. Produk-produk berukuran besar dengan nilai jual rendah, sebagai umpama, membutuhkan lokasi produksi yang dekat dengan pasar disebabkan biaya pengirimannya-sekalipun biaya ini dapat diimbangi oleh skala ekonomis produksi.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pasar Global
Pengertian pasar global adalah pasar berskala dunia yang terbuka bagi seluruh pelaku usaha. Pasar global mengalami perkembangan yang pesat belakangan ini karena beberapa factor. Adanya beberapa negara industri yang mampu menghasilkan produk berkualitas dengan harga murah, misalnya China dan Taiwan.  Semakin banyak orang yang melakukan perjalanan antar negara yang secara langsung menjadi konsumen global. Semakin banyaknya transportasi antar negara yang mempermudah distribusi produk. Perdagangan dunia semakin meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar dunia.
Jika sudah memahami pengertian pasar global dengan baik, tentunya kita bisa menyimpulkan bahwa pasar global adalah peluang bisnis yang sangat besar dan menantang. Ketika suatu orang atau perusahaan memutuskan untuk ikut serta dalam pasar global, maka terbukalah kesempatan baginya untuk mengembangkan bisnisnya dan meraih lebih banyak keuntungan. Beberapa kesempatan tersebut antara lain:
-Perusahaan dapat membuka pabrik di negara lain yang upah buruhnya lebih murah.
-Perusahaan dapat membuka kantor cabang dan pabrik cabang di beberapa tempat di seluruh duniauntuk mempermudah dan mempermurah distribusi produknya.
-Perusahaan dapat memperoleh target konsumen yang lebih banyak dengan memperkenalkan produknya di negara lain yang potensial.
2.2 Mencermati Pasar Global
Sebelum mengambil keputusan untuk berekspansi ke luar negeri, perusahaan harus menyadari dan mempertimbangkan beberapa resiko:
a.       Perusahaan mungkin tidak memahami preferensi asing dan bisa gagal menawarkan produk atraktif yang kompetitif.
b.      Perusahaan mungkin tidak mengerti mengenai regulasi asing dan mengalami biaya yang tidak diharapkan.
c.       Perusahaan mungkin kekurangan manajer dengan pengalaman internasional.
d.      Negara asing dapat mengubah hukum komersialnya, mendevaluasi mata uangnya, atau mengalami revolusi politik dan menyita property asing.
Beberapa perusahaan tidak bertindak sampai ada kejadian yang mendorong mereka ke arena internasional.
Proses internasionalisasi biasanya terdiri dari empat tahap:
a. Tidak ada kegiatan ekspor regular.
b. Ekspor melalui perwakilan independen (agen).
c. Pendirian satu atau lebih anak perusahaan penjualan.
d. Pendirian fasilitas produksi di luar negeri.
Kebanyakan perusahaan bekerja sama dengan agen independen dan memasuki Negara tetangga atau Negara yang serupa. Kemudian perusahaan membentuk departemen ekspor untuk mengelola departemen agennya. Kemudian perusahaan mengganti agen dengan anak perusahaan penjualannya sendiri di pasar ekspor yang lebih besar. Hal ini meningkatkan investasi dan resiko, dan juga laba potensial.Untuk mengelola anak perusahaan, perusahaan mengganti departemen ekspor dengan departemen internasional. Jika pasar besar dan stabil, atau Negara tuan rumah mensyaratkan produksi lokal, perusahaan akan menempatkan fasilitas produksi di pasar tersebut. Pada saat ini, perusahaan beroperasi sebagai perusahaan multinasional dan mengoptimalisasikan pengadaan pembiayaan, manufaktur, dan pemasaran global. Menurut beberapa periset, manajemen puncak mulai memberikan lebih banyak perhatian pada peluang global ketika lebih dari 15% pendapatan berasal dari pasar internasional.
2.3 Memutuskan Bagaimana Memasuki Pasar Global
Setelah perusahaan memutuskan untuk menjual produknya di pasar luar negeri, perusahaan harus menentukan cara masuk terbaik. Pilihannya adalah mengekspor, joint venture, dan investasi langsung. Beberapa pilihan yang ditawarkan masing-masing pintu masuk tersebut. Masing-masing strategi sukses melibatkan lebih banyak komitmen dan risiko, tetapi juga kendali dan potensi laba yang lebih besar.Berikut cara memasuki Pasar Global:
1.      Mengekspor
Mengekspor adalah memasuki pasar asing dengan menjual barang yang dihasilkan di negara asal perusahaan, sering kali dengan sedikit modifikasi.
2.      Joint Venture
Joint veture adalah memasuki pasar asing dengan bergabung bersama perusahaan asing untuk menghasilkan atau memasarkan produk atau jasa.
3.      Pemberian Lisensi
Pemberian lisensi adalah metode memasuki pasar asing di mana perusahaan menjalin suatu kesempatan dengan pembeli lisensi di pasar asing.
4.      Kontrak Manufaktur
Kontrak manufaktur adalah  sebuah joint venture dimana perusahaan mengadakan kontrak dengan pihak manufaktir di pasar asing untuk memproduksi produk atau menyediakan jasanya.
5.      Kontrak Manajemen
Kontrak manajemen adalah sebuah joint venture dimana perusahaan domestik memasok pengetahuan manajemen kepada perusahaan asing yang memberi modal.
6.      Kepemilikan Bersama
Kepemilikan bersama adalah sebuah joint venture dimana perusahaan bergabung dengan investor di pasar asing untuk menciptakan bisnis lokal di mana perusahaan berbagi kepemilikan dan kendali bersama.
7.      Investasi Langsung
Investasi langsung adalah memasuki pasar asing dengan mengembangkan fasilitas perakitan atau manufaktur berpusat di luar negeri.

2.4 Memutuskan Program Pemasaran Global
Saat memutuskan untuk berekspansi ke luar negeri, perusahaan harus mendefinisikan tujuan dan kebijakan pemasarannya. Berapa perbandingan penjualan internasional dengan total penjualan yang mereka cari? Sebagian besar perusahaan mulai dari perusahaan kecil ketika berinvestasi ke luar negeri. Beberapa perusahaan berencana untuk tetap menjadi perusahaan kecil, sedangkan perusahaan lain mempunyai rencana yang lebih besar.
Ada beberapa cara dalam memutuskan program pemasaran global, yaitu:
a.       Bauran pemasaran terstandarisasi adalah strategi pemasaran internasional yang pada dasarnya menggunakan produk, iklan, saluran distribusi, dan elemen bauran pemasaran lain yang sama dalam semua pasar internasional perusahaan.
b.      Bauran pemasaran teradaptasi adalah strategi pemasaran internasional untuk menyesuaikan elemen bauran pemasaran terhadap masing-masing pasar sasaran internasional menanggung lebih banyak biaya tetapi berharap mendapatkan pangsa pasar dan tingkat pengembalian yang lebih besar.
c.       Perluasan produk langsung adalah memasarkan produk di pasar asing tanpa melakukan perubahan. Adaptasi produk adalah menyesuaikan produk untuk memenuhi kondisi atau keinginan lokal di pasar asing. Penemuan produk adalah menciptakan produk atau jasa baru bagi pasar asing.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Semakin banyak perusahaan yang kini berencana untuk berekspansi ke pasar internasional atau pasar global. Sebelum masuk ke pasar global tersebut, perusahaan harus terlebih dahulu membuat konsep pasar seperti apa dan jenis pasar seperti apa yang harus dipakai. Tidak lupa juga membuat program pemasarannya seperti apa dan menjalin hubungan dengan organisasi pemasaran yang ada di Negara tersebut. Perusahaan juga harus mempertimbangkan faktor-faktor dan hambatan jika ingin masuk ke pasar global, tentunya hal ini menjadi pertimbangan yang sangat penting karena menyangkut keuntungan dan kerugian perusahaan.

3.2 Saran
Dengan dimulainya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2016, kita sebagai warga Indonesia harus siap menghadapi masa tersebut. Karena, semua profesi akan ikut menjadi aktor dalam MEA nanti. Sebagai mahasiswa, sebaiknya dimulai dari sekarang kita melatih dan mengembangkan kinerja kita agar sumber daya-sumber daya manusia yang berasal dari Indonesia tidak kalah saing dalam pasar ASEAN nanti. Kita harus mampu masuk ke pasar ASEAN dan jangan biarkan orang-orang asing menguasai pasar di Indonesia ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.com/pasar global
http://www.google.com/pasar modal global
http://dunia-blajar.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-dan-cara-memasuki-pasar.html

 www.benyaha.tk

Rabu, 07 November 2018

LINGKUNGAN LEGAL DAN PERATURAN-PERATURAN


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang
Semua negara mengatur perdagangan dengan negara lain dan mengawasai akses orang asing terhadap sumber daya nasional. Setiap negaramempunyai sistem hokum, peraturan, dan tradisi tersendiri yang unik, yang menimbulkan dampak pada kemampuan pemasar global untuk mengarahkan pada peluang pasar dalm sebuah negara. Ada peraturan untuk mengekspor dan mengimpor berbagai barang, uang, orang, dan pengalaman melintasi batas-batas negara. Selain itu, pendapat standard dan peraturan kesehatan dan keamanan bagi industri dan konsumen di samping peraturan yang menyangkut kemasan, penempelan label, dan iklan serta promosi. Pemasar global harus beroperasi sesuai dengan rangkaian hambatan nasional yang unik ini. Sering kali hambatan ini meragukan dan selalu berubah.
Makalah ini meninjau perkembangan hokum internasional agar para pengusaha dapat mengetahui carayang efektif untuk memasuki pasar pada suatu negara tertentu.
1.2    Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan tersebut dapat kita tentukan tujuan sebagai berikut :
a.       Bagaimana dengan lingkungan politik ?
b.      Bagaimana dengan hukum internasional ?
c.       Bagaimana mengelakan permasalahan hukum ?
d.      Bagaimana pemecahan konflik, penyelesaian, dan prosen pengadilan ?
e.       Bagaimana lingkungan pengaturan ?
1.3    Tujuan
Berdasarkan permasalahan tersebut dapat kita tentukan tujuan sebagai berikut :
a.    Untuk mengetahui bagaimana lingkungan politik, legal dan regulasi manajemen pemasaran global.
b.      Untuk melengkapi tugas mata kuliah Manajemen Pemasaran Global.

BAB II
POKOK PEMBAHASAN
2.1 Lingkungan politik
Aktivitas pemasaran global mengambil tempat dalam lingkungan politik institusi pemerintah, partai politik, dan organisasi melalui orang-orang dan aturan negara dengan menggunakan kekuatan. Setiap peerusahaan yang menjalankan bisnis diluar negara asalnya harus hati-hati  mempelajari srtuktur pemerintahan di negara yang menjadi sasarannya dan menganalisis isu-isu yang menyolok yang timbul dari lingkungan politik. Hal ini termasuk sikap pemerintah terhadap kedaulatan, resiko politik, pajak, ancaman pencairan saham, dan penyitaan.
2.1.1        Kedaulatan
Kedaulatan dapat didefinisikan sebagai otoritas politik yang tertinggi dan independen. Tindakan pemerintah atas nama kedaulatan terjadi dalam konteks dua kriteria yang penting: tahap perkembangan suatu negara serta sistem politik dan ekonomi yang diterapkan negara tersebut. Banyak pemerintah di negara-negara berkembang mengembangkan perekembangan perekonomian nasional mereka dengan melakukan proteksi hukum dan regulasi. Sasarannya adalah untuk mendorong perkembangan ekonomi dengan memproteksi industri perintis dan industri strategis. Sebaliknya. Ketika banyak negara mencapai tingkat perekonomian yang tinggi, pemerintah mereka mengumumkan bahwa setiap praktik atau kebijakan yang menghambat perdagangan bebas itu adalah ilegal.
2.1.2        Resiko Politik
Resiko politik merupakan resiko perubahan kebijakan pemerintah yang pengaruhnya akan merugikan kemampuan perusahaan untuk beroperasi secara efektif dan menghalangi perusahaan yang ingin berinvestasi di luar negeri. Tingkat resiko politik proporsional dengan tahap perkembangan ekonomi sebuah negara: semakin kecil perkembangan suatu negara, semakin besar resiko politiknya.

2.1.3        Pajak
Tidak jarang sebuah perusahaan didaftarkan di sebuah negara, melakukan bisnis dinegara lain, dan mempunyai kantor di negara ketiga. Kegiatan yang tersebar secara geografi ini memerlukan pemikiran khusus untuk pembayaran pajak. Banyak perusahaan yang melakukan usaha-usaha tertentu untuk meminimalisasi  kewajiban pajaknya dengan memindahkan lokasi pendapatannya.
2.1.4        Kontrol  atas Saham
Pemerintah setempat terkadang mencoba untuk mengendalikan kepemilikan perusahaan yang dimiliki asing yang beroperasi di dalam batas wilayah mereka.
2.1.5        Penyitaan
Penyitaan mengacu pada tindakan pemerintah untuk menghapuskan sebuah perusahaan. Kompensasi umumnya diberikan pada inverstor asing, meskipun tidak selalu dengan cara yang cepat, efektif dan memadai dengan standar internasional. Nasionalisasi terjadi jika kepemilikan barang atau aset yang dipermasalahkan dialihkan kepada tuan rumah pemerintahaan. Jika kompensasi tidak dilakukan, maka tindakan itu lebih tepat disebut konfiskasi (confiscation).  Istilah penyitaan yang merambat telah telah diterapkan untuk membatasi kegiatan ekonomi dari perusahaan asing di negara-negara berkembang tertentu.
2.2 Hukum Internasional
Hukum internasional dapat didefinisikan sebagai peraturan dan prinsip yang dipandang mengikat oleh berbagai negara dan bangsa. Ada dua kategori hukum internasional: hukum publik atau hukum internasional dan hukum perdagangan internasional. Hukum internasional menyangkut bidang perdagangan dan bidang lain yang secara tradisional berada di bawah yuridiksi dari masing-masing bangsa. Hukum inetrnasional awalnya mengenai pernyataan perang, menetapkan perdamaian, dan isu politik yang lain seperti pengakuan pengakuan diplomatik atas kesatuan negara dan pemerintah yang baru.
Pembuatan hukum yang mengatur perdagangan dilakukan atas dasar hubungan bilateral yang dikembangkan kedalam apa yang disebut dalam terminologi undang-undang perdagangan. Hukum internasional masih mempunyai fungsi penegak peraturan, meskipun dalam pengertian yang lebih luas ketimbang masalah-masalah yang dihadapi yang timbul akibat peperangan. Pertama, hukum internasional pada dasarnya merupakan campuran dari fakta, perjanjian, kode, dan kesepakatan. Karena perdagangan diantara negara-negara terus berkembang, aturan dalam urusan perdagangan diasumsikan mengalami peningkatan yang penting.
2.3 Mengelakan Permasalahan Hukum: Isu Bisnis yang Penting
Lingkungan global sangat dinamis dan kompleks. Cara terbaik adalah meminta bantuan kepada pakar hukum. Pemasar yang cerdik dan proaktif dapat berbuat banyak untuk mencegah situasi yang menimbulkan konflik, khususnya isu yang menyangkut pendirian, yuridiksi, paten dan merek dagang, antitrust, lisensi dan rahasia dagang, serta penyuapan.
2.3.1        Pendirian
Untuk menjalankan bisnis, warga negara dari sebuah negara harus mendapat jaminan bahwa mereka akan diperlakukan secara adil dinegara lain. Perjanjian perdagangan memberikan hak istimewa untuk terlibat dalam kegiatan bisnis di negara lain selain negaranya sendiri. Hal ini dapat menciptakan masalah bagi manajer bisnis yang mungkin masih di bawah hukum kekuasaan mereka ketika mereka keluar dari negara asalnya.
2.3.2        Yuridiksi
Karyawan perusahaan yang bekerja diluar negeri seharusnya memahami segala hal yang menyangkut yuridiksi dari sistem peradilan negara setempat. Perusahaan asing yang beroperasi di Amerika Serikat harus memahami bahwa pengadilan memiliki yuridiksi terhadap tingkat dimana perusahaan tersebut dapat ditunjuk untuk “menjalankan bisnis” di negara bagian tempat pengadilan itu berada. Pengadilan dapat memeriksa apakah perusahaan asing itu mempunyai kantor, menjalankan bisnis, mempunyai rekening bank atau properti lainnya, atau mempunyai mempunyai agen atau karyawan lainnya di negara tersebut yang bermasalah.
2.3.3        Hak Intelektual: Paten dan merek dagang
Hak paten dan merek dagang yang dilindungi di satu negara belum tentu dilindungi dinegara lain, jadi pemasar global harus memastikan bahwa hak paten dan merek dagangnya didaftarkan disetiap negara dimana bisnis mereka berada. Planggaran merek dagang dan hak cipta merupakan persoalan kritis di dalam pemasaran global dan hal itu dapat dalam bragam bentuk yaitu pemalsuan, peniruan dan pembajakan.

2.3.4        Antitrust
Undang-undang antitrust dirancang untuk melawan praktik bisnis terbatas di Amerika Serikat dan mendorong persaingan. Undang-undang ini merupakan warisan dari “Zaman Krisis Kepercayaan” di abad ke 19 di A.S. dan ditujukan untuk memperbaiki persaingan bebas dengan membatasi konsentrasi kekuatan ekonomi.
2.3.5        Lisensi dan Rahasia Dagang
Lisensi merupakan perjanjian kontraktual dimana lisensor mengizinkan pemegang lisensi untuk menggunakan hak paten, merek dagang, rahasia dagang, teknologi atau aset tak berwujud lainnya sebagai ganti atas pembayaran royalti atau bentuk kompensasi lainnya. Pertimbangan penting dalam memberikan lisensi termasuk analisis mengenai aset apa yang akan ditawarkan perusahaan untuk dilisensi, berapa harga aset tersebut, apakah hanya diberikan hak untuk membuat produk atau memberikan hak untuk menggunakan dan menjual produknya juga. Hak untuk memberikan su lisensi merupakan isu penting lainnya. Seperti halnya dengan persetujuan distribusi, keputusan juga harus dibuat untuk hal-hal yang menyangkut pengaturan eksklusif atau noneksklusif dan besarnya kewenangan penerima lisensi.
Rahasia dagang merupakan informasi atau pengetahuan rahasia yang mempunyai nilai komersial, yang berada dalam lindungan hak cipta dan untuk itu dibuat langkah-langkah untuk menjaga kerahasiaannya. Rahasia dagang termasuk proses manufakturing, formula, rancangan, dan daftar pelanggan. Untuk melindungi penyingkapannya, lisensi rahasia dagang yang tidak dipatenkan harus dihubungkan dengan kontrak rahasia dengan setiap karyawan yang mempunyai akses ke infformasi yang dilindungi itu.
2.3.6        Suap dan Korupsi
Di era pasca soviet, perusahaan-perusahaan barat kembali tergoda dengan munculnya peluang di Eropa Timur. Di sini, seperti di Timur Tengah dan bagian-bagian lainnya di dunia ini, perusahan barat tersbut menemukan bahwa suap merupakan suatu cara hidup dan korupsi menyebar luas. Kenyataan bahwa tindakan penyuapan yang terjadi di pasar dunia tidak akan berubah hanya dalam waktu semalam karena hal itu tidak dibenarkan oleh pemeintah. Ada tiga alternatif yang dapat dilakukan perusahaan jhika pesaing menawarkan suap. Pertama adalah  mengabaikan penyuapan dan bertindak seolah-olah hal itu tidak ada. Kedua adalah mengakui adaya penyuapan dan mengevaluasi pengaruhnya kepada keputusan pembelian pelanggan seolah-olah penyuapan itu merupakan unsur lain dari bauran pemasaran. Ketiga adalah mengatakan kepada pesaing bahwa anda bermaksud untuk mengajukan tuduhan penyuapan dinegara asalnya.
2.4 Pemecahan Konflik, Penyelesaian Perselisihan, dan Proses Pengadilan
Berbagai negara memiliki cara yang berbeda dalam penanganan ke arah pemecahan konflik. Konflik tidak mungkin dihindari akan muncul dalam bisnis dimanapun, khususnya apabila budaya yang berbeda bertemu untuk membeli, menjual, mendirikan usaha patungan, bersaing dan bekerjasama di pasar global. Penyelesaian diluar pengadilan merupakan alternatif pendekatan yang memberikan cara yang lebih cepat, mudah dan murah untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan daripada melalui proses pengadilan. Arbirase adalah suatu bentuk penyelesaian dalam perselisihan bisnis internasional formal yang dilakukan diluar pengadilan yang mendengarkan semua pihak yang terlibat sebelum mendengarkan dari tiga anggota tim juri. Biasanya hasilnya merupakan suatu keputusan dimana pihak-pihak yang bersengketa setuju untuk patuh.
2.5 Lingkungan Pengaturan
Lembaga pengatur dalam pemasaran global terdiri dari beragam agensi, baik dari pihak pemerintah maupun yang non-pemerintah, yang menjalankan undang-undang atau menetapkan garis pedoman untuk memimpin bisnis. Sejumlah lembaga agensi yang ditujukan untuk permasalahan pemasaran yang sangat luas, termasuk hal-hal: pengendalian harga, penetapan nilai ekspor dan impor, praktik perdagangan, pemberian label, pengaturan makanan dan obat-obatan, kondisi tenaga kerja, tawar-menawar kolektif, isi iklan, praktik persaingan, dan lain sebagainya. Keputusan IEOs ( International Economic Organizations) mengikat dan dijalankan oleh negara yang menjadi anggotanya. Pengaruh agensi pengatur itu dapat meresap, dan pemahaman atas cara operasinya sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan bisnis dan memajukan program-program baru.

2.5.1 Organisasi Ekonomi Regional: Contoh Uni Eropa
Pengadilan peradilan Eropa yang berbasis di Luksemburg, mendengarkan perselisihan yang terjadi diantara 15 negara Uni Eropa yang menjadi anggotanya atas permasalahan perdagangan seperti merger, monopoli, dan hambatan perdagangan. Pengailan itu juga berwenang untuk memecahkan konflik antara undang-undang nasional dan undang-undang Uni Eropa, yang dikebanyakan kasus akhirnya menggambarkan undang-undang nasional dari masing-masing negara Eropa. Pemasar harus selalu waspada sehingga undang-undang nasional harus selalu dikonsultasikan. Undang-undang nasional mungkin lebih ketat dibanding undang-undang komunitas khususnya di dalam bidang-bidang tertentu seperti persaingan dan antitrust. Tujuannya adalah untuk menghasilkan standar hukum minimum dari beberapa negara anggota yang sebelumnya lebih bebas. Namun hal ini mungkin tidak mencegah posisi yang lebih ketat dalam beberapa hukum nasional.
2.5.2 Organisasi Perdagangan Dunia
Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization – WTO, sebelumnya GATT) merupakan badan pengatur dengan pengaruh yang sangat luas dalam kegiatan pemasaran global. Lebih dari 120 pemerintah negara yang menandatangani perjanjian GATT dalam usaha untuk menciptakan hubungan perdagangan internasional yang teratur dan dapat diprediksi. Terdapat tiga prinsip dasar dalam GATT. Pertama mengacu pada nondiskriminasi: Setip negara anggota harus memperlakukan perdagangan dari semua negara anggota dengan cara yang sama. Kedua adalah Pasar Terbuka yang didorong oleh GATT lewat larangan segala bentuk proteksi kecuali bentuk bea-cukai. Ketiga adalah Perdagangan Yang Adil yang melarang subsidi ekspor atas produk manufaktur dan membatasi penggunaan subsidi ekspor untuk produk primer. Dalam kenyataanya, tak satupun prinsip-prinsip ini ynag diwujudkan sepenuhnya, meskipun banyak kemajuan yang telah dilakukan . Penghalang non-tarif, proteksi atas hak kepemilikan intelektual, dan subsidi pemerintah tetap menjadi batu sandungan besar.

2.5.3 Kasus pengembangan pariwisata asia timur
2.5.3.1 Heritage Vs Modernisasi n globalisasi
WTO membagi Asia Timur dan Pasifik kedalam Asia Timur Laut, Asia Timur, dan Oceania. Negara-negara ini membagi wilayah Asia dengan kesamaan dan perbedaannya sebagai suatu destinasi wisata.
            Secara statistik, Negara China sekarang ini mendominasi perkembangan industri pariwisata dan Asia pasifik mempunyai jumlah yang lebih banyak dari wilayah Asia Tenggara. Asia Timur mempunyai jumlah kedatangan wisatawan yang meningkat 14,6% di tahun 1999, dari jumlah yang sebelumnya yaitu 9,5% di tahun 1985. wisata outbond juga mempunyai kemajuan sebanyak 15% dari total dunia dan tercatat sebagai pertumbuhan global tertinggi. Hal ini dicatat oleh WTO pada tahun 2000.
Sebagian dari turis menghabiskan waktu di Asia dan didukung oleh fasilitas  pariwisata yang baik, sehingga dapat menaikkan kondisi ekonomi. Asia Timur dapat memikat turis dengan menawarkanpopularitas dan atraksi yang menarik. Bagaimanapun juga, tingkat kunjungan turis inbound rendah di beberapa Negara. Hal ini disebabkan oleh kurang mengeksplorasi kesempatan. Di beberapa kasus, ada banyak penghalang yang berasal dari Negara itu sendiri. Sebelum mereka menyadari potensi yang ada, proses ini bergantung pada perubahan kondisi ekonomi, politik, dan lingkungan sosial.
2.5.3.2 Trend dalam atraksi wisata
Daya tarik yang dimiliki oleh Asia Timur merupakan daya tarik alam dan budaya heritage. Daya tarik alam yang dimiliki berupa iklim, pantai, pulau, hutan, pemandangan, tumbuhan dan kehidupan binatang. Atraksi budaya yang dimiliki berupa bangunan bersejarah, historical sites, festival, pakaian tradisional, kebiasaan, seni, dan kerajinan. Tetapi hal itu tidak mengakibatkan atraksi lain seperti mall, event, taman hiburan, resort, dan kasino menjadi sepi. Begitu juga dengan wisata olahraga tetap menjadi hiburan yang menarik. sex tourism tidak dapat dipungkiri juga menjadi daya tarik wisata di Negara-negara tertentu. Atraksi wisata tidak hanya dapat ditemukan didaerah pantai dan pedesaan saja, dapat juga ditemukan di daerah metropolitan.
Taman hiburan merupakan atraksi yang menarik dan memiliki ciri dari wahananya. Taman hiburan menjadbagian dari pertumbuhan industri hiburan yang didasarkan pada permintaan atas produk hiburan. Investasi banyak dilakukan oleh Negara-negara Eropa dan Amerika untuk wilayah Asia dan Pasifik dimana industri di Jepang sudah cukup maju.
Dari sekitar 20 taman hiburan di dunia pada tahun 1999, Disneyland Tokyo memiliki tingkat kunjungan tertinggi yaitu lebih dari17,45 juta wisatawan. Tiga buah taman hiburan lain di Jepang juga masuk dalam daftar tersebut. Pada saat ini terdapat 30 taman hiburan yang memiliki tingkat kunjungan sebesar 1 juta wisatawan, dan 30 lainnya mempunyai tingkat kunjungan sekitar 500 ribu sampai 1 juta pengunjung. Taman hiburan ini terletak di sekitar kota Tokyo, setelah opening taman-taman hiburan tersebut di tahun 1983, mengakibatkan investasi skala besar, periundangan, dan kenaikan pendapatan.
Pertumbuhan ekonomi di Jepang sangat dipengaruhi oleh berdirinya taman hiburan tersebut. Meskipun terdapat permasalahan dalam hal manajemennya, tetapi konsep dari taman hiburan tersebut dapat memperbaiki popularitasnya.
Universal study membuka taman hiburannya yang pertama berada diluar USA, yaitu di Osaka pada tahun 2001, bersamaan dengan beroperasinya Disneysea di Tokyo. Selain itu investasi besar juga direncanakan untuk China, Taiwan, dan Korea selatan dimana terdapat 2 taman hiburan ternama di dunia.
Atraksi modern lainnya juga terdapat di Asia Timur, yaitu Mixed Retail, hiburan lain yang juga terdapat contohnya COEX Plasa di Korea Selatan, dengan ibukota Seoul, disini terdapat Aquarium, Multiplex, dan retail yang luasnya mencapai 95.000 meter persegi. Trend ini mencakup luasnya, fasilitas pendukung, yang berhubungan dengan teknologi dan komponen-komponen dari retail, serta memiliki tempat di sepanjang atraksi alam, budaya, dan sejarah.
Destinasi di Asia Timur yang memiliki berbagai atraksi untuk pasar excusionis, turis domestic, dan wisatawan Asia dan Negara barat, dimana masing-masing memiliki kebutuhan dan ekspetasinya masing-masing. Apa yang menjadi nilai bagi atraksi  tersebut tergantung dari intrepretasi dan persepsi dari masing-masing turis, baik individu maupun grup.
Perbedaan budaya menjadi tolak ukur bagi kualitas suatu atraksi. Contohnya, orang-orang Negara barat lebih menyukai keromantisan dan lebih idealisterhadap keorientalan dan lingkungannya. Yang disuguhkan pada mereka dalam bentuk keeksotisan dan misterius dalam imej promosi dan pekerjanya oleh industri pariwisata. Untuk memanfaatkan keragaman pasar dan produk, perbedaannya budaya telah dimanfaatkan oleh banyak organisasi pariwisata nasional. Contohnya, Tourism Authority Of Thailand telah berpindah dari mass marketing dan sekarang ini focus pada atraksi yang berupa makanan, belanja, kesehatan, sejarah, olahraga, budaya, dan bisnis travel. Negara lain seperti Kamboja dan Mongolia lebih berfokus pada satu atribut. Ekowisata yang menggabungkan alam dan dimensi satu social, lebih banyak dikembangkan seperti wisata heritage.
Kompleksitas antara sejarah dan wisata merupakan subjek yang banyak diperdebatkan. Heritage mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai atraksi wisata dan sebagai alat untuk membentuk nasionalitas dan mengekspresikan identitas, menjadikan kondisi politik dan social sebagai nilai ekonomi yang akan menambah pendapatan dan mengurangi pengangguran. Banyak komentator yang mengkritisi eksploitasi pada heritage oleh industri pariwisata dan kebijakan pemerintah. Selain untuk atraksi wisata, tetapi juga harus dihargai sebagai perlindungan terhadap sejarah dan konservasi. Hal tersebut berhubungan dengan Negara yang yang baru saja merdeka dan pembentukan koloni, atau selama perubahan waktu dan ketidakpastian. Ini merupakan karakteristik dari banyak Negara di Asia. Hongkong dan Singapura merupakan Negara pemimpin wisata heritage, khususnya dalam marketing dan planningnya. Hongkong menjadi Special Administrative Region (SAR) bagi orang-orang komunis di China pada tahun 1997, setelah 150 tahun dijajah Inggris, sementara populasi multiracial di Singapura mendapat kemerdekaannya pada tahun 1965. hal ini menjadi pertanyaan bagi pemerintah dan masyarakat mengenai arti dari identitas dan heritagenya.
2.5.3.3 Perencanaan strategi, identitas dan atraksi warisan (Heritage)
Hongkong dan Singapore adalah daerah tujuan wisata internasional yang sangat sukses, dimana keduanya memiliki rencana strategi dengan tujuan yang sama yaitu menjadi kota tujuan wisata internasional yang berprinsip. Rencana ini mengharuskan memperkuat kekuatan yang dimiliki saat ini, memikirkan produk yang inovatif dan memperluas pendekatan pasar dengan memasukan atraksi baru dan mengembangkan yang telah ada. Warisan memilki sebuah kontribusi penting untuk merealisasikan hasil sasaran, dan telah diberikan prioritas yang tinggi oleh komisi pariwisata hongkong (HKTC). Bangunan dan sejarah dan situs arkeoligikal dengan pariwisata yang potensial telah teridentifikasi, dan pemeliharaan tradisi yang penuh warna didukung dengan sebuah kekuatan wisata heritage yang baru saja di format. Pendekatan heritage dan budaya tradisional yang telah sama-sama diketahui di Singapore, dan rencana terbaru yang mengusulkan cluster heritage  yang spesifik dan atraksi budaya sebagaimana pengembangan zona yang pantas. Tema area etnik Chinatown saat ini merupakan langkah-langkah yang sedang dilaksanakan.
wisata honggkong menawarkan serangkaian warisan  yang dibangun pada jaman  kerajaan Cina dan koloni  Inggris seperti halnya situs kesejarahan, warisan jalanan dan tradisi dan kebiasaan. Singapore, juga mengiklankan warisan fisik dari monumen, bangunan, dan situs. Kebanyakan berasal dari periode colonial, tetapi arsitektur pribumi dan penjelmaan dari warisan etnik juga ditonjolkan. Keduanya memiliki museum yang bervariasi dan gtaleri yang dibagi-bagi sesuai dengan aspek sejarah dan budayanya.
Dalam penambahan keuntungan komersil, terdapat pertimbangan sosial-politik untuk mempertimbangkan mengenai wisata heritage. pemerintah kolonial di hongkong, beraksi melalui barang-barang dari zaman kuno dan kantor monument, yang khususnya telah aktif pada masa sebelum peralihan. Banyak monument yang terdaftar  telah disetujui oleh pemerintah pada tahun 1980 dan pertengahan 1990, dan sebuah kepercayaan warisan  yang telah  dibentuk pada 1992 untuk meningkatkan kesadaran dan bantuan masyarakat mengorganisasi proyek heritage ini. Rezim inggris membangun pusat kebudayaan hongkong pada tahun 1989, sebuah tempat seni di desain menyolok di tepi pantai, dan bertanggung jawab untuk beberapa musium baru. Aksi ini dapat dijelaskan dalam istilah penyataan sebuah identitas honggkong yang terpisah.  Dan warisan untuk membantu wilayah itu mempertahankan ciri khas nya dan mempertahankan agar tetap utuh dengan status china yang lebih luas.
Cara berpendirian pemerintah yang baru adalah salah satu factor pendorong berkelanjutan untuk heritage dengan  penekanan pada sejarah panjang China Hongkong yang berhubungan dengan prestasi masa kini dan ambisi dimasa depan. Musium sejarah hongkong dibuka kempali pada lokasi yang diperbesar pada ahun 2000, ketika sebuah musium heritage Hongkong yang ditemukan bersama  sebuah rekonstruksi baru biara dinasti Tang yang memperlihatkan jalur keluarga cina orang hongkong. Banyak atraksi yang dapat dilihat sebagai perwujudan asal yang umum dan tujuan cina dan hongkong. Aturan inggris yang dilukiskan sebagai sebuah interupsi temporary, dan sejarah merekamnya sebagai sesuatu yang patut dikenang dan “bayangan inggris” pada asosiasi pariwisata hongkong. Dengan begitu situs heritage dapat menjadi cara untuk menyampaikan pesan tentang konstruksi identitas yang formal. 
Selain modernisasi, tugas pemerintah Singapore yang juga sama beratnya adalah mengharmonisasi pembangunan dengan multicultural yang dimiliki orang Singapore walaupun 75% dari populasi merupakan mayoritas etnic china, tetapi pemerintahpun harus memperhatikan etnic lain seperti malay, india, dan lainnya. Kebijakan ini tercermin dalam perilaku perawatan warisan bangunan sebagai peralihan Singapore dari Negara jajahan ke status modern yang dilakukan untuk menghormati masa lalu.
2.5.3.4 Atraksi yang lebih modern
Heritage dan identitas juga dipengaruhi oleh globalisasi dan berhubungan dg perubahan sosial, yang sering mendorong homogenitas budaya. Hong Kong Dan Singapore menunjukan tanda dari banyak internationalisasi, tetapi mereka mempunyai sejarah yang menjelaskan pengaruh luar dan suatu kultur ambivalen yang telah muncul, yang mana bukan secara keseluruhan Asia Maupun Barat. barangkali Ada suatu interaksi tetap internasional, nasional, kesukuan ( di dalam kasus Singapura) dan lokal ( di dalam kasus Hongkong) Lapisan identitas, yang lebih lanjut mempersulit penyelidikan itu.
Untuk masa depan, atraksi modern merupakan pusat dari perencanaan strategi yang dimiliki Hongkong dan Singapure, melebihi wisata heritage sebagai arti pentingnya jika diukur oleh tingkat nyata dan perencanaan investasi. Hongkong membuat proyek penyediaan fasilitas berskala besar, HKTC merekomendasikan sebuah terminal untuk kapal pesiar, pusat konfrensi dan pameran yang lain, dan pusat pertunjukan kesenian dan stadion serbaguna. Persetujuan inovasi ini telah dilakukan di Hongkong Disneyland, sebuah taman daratan dan perluasan ke taman samudra. Di bawah tinjauan ulang adalah dua sistem kereta kabel yang menghubungkan lokasi atraksi, sebu7ah dermaga nelayan dengan gaya san fransisco dan sebuah koridor hiburan di Lantau Island. Kesanggupan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berskala besar dengan dukungan keuangan untuk Disneyland hongkong.

2.5.3.5.1Hongkong Disneyland
Pemerintah hongkongdan perusahaan Walt Disney membentuk kerjasama spekulasi perusahaan yang bernama Hongkong internasional theme park Ltd untuk membangun dan mengoperasikan taman ini. Taman ini akan mengunakan gaya Disney Amerika yang tradisional, dan pengaruh Chinese seperti pada makanan dan bahasa yang digunakan. Pembangunan Disney hongkong ini tentu saja akan sangat menguntungkan dan pembangunan  ini merupakan perwujudan dari modernisasi pariwisata Hongkong.
2.5.2.5.2Singapore haw far villa
Singapore haw far villa didirikan oleh aw bersaudara pada tahun 1937, dan dikenal sebagai kebun balsem harimau, kekayaan keluarga itu dihasilkan dari nama perusahaan itu. sebagai tambahan terhadap rumahnya sendiri, yang dirobohkan setelah perang dunia yang kedua, terkenal sebagai suatu colletion tentang pajangan dan patung yang hebat dengan diwarnai berbagai ilustrasi cerita dari  dongeng-dongeng china dan  mitos pergaulan agama dan percampuran ideologi. sebanyak 1000 figur dan 150 peremajaan telah diperbaharui antar tahun  1937 dan 1954, ini dimaksudkan untuk mengabarkan pelajaran moral dan mempromosikan nilai-nilai kebaikan di atas kejahatan dan sikap baik pada orangtua,
Dari waktu ke waktu, kebun ini dilalaikan dan ketinggalan jaman, harapan keluarga pada tahun 1985 memberikan status bahwa kebun itu bisa difungsikan kembali. Kebun ini mempunyai nilai yang potensial untuk menjadi suatu atraksi, sehingga singapore memungut sewa dari sector ini. pihak swasta memiliki tander untuk prakarsa yang mengkombinasikan pengembangan kembali dan pemeliharaan lokasi ini. taman membuka kembali faasilitas seperti dunia ular naga pada tahun 1990 setelah mengalami perbaika.  fasilitas modern seperti teater dalam rumah, permainan air, sepanjang 60 meter yang berbentuk ular naga berupa suatu perahu. toko pengecer menyediakan berbagai makanan, semua fasilitas yang ditambahkan, itu merupakan hasil perkawinan teknologi modem dan chinesse yang tradisional dengan harga tiket masuk sebesar S$11 yang naik menjadi S$16,5.
Suatu konsultan mengangkat Suatu penawaran proyek untuk membantu proses konsolidasi melalui perencanaan ruang, seni taman dan aspek lain infrastruktur. penawaran lain pada awal tahun 2001 akan mencari operator untuk mengatur taman mengontrak, membuka kembali pada awal 2002. Bagaimanapun, [itu] telah diungkapkan April 2001 yang suatu operator baru ( Manajemen Dunia Timur Pte Ltd) akan pemeliharaan [itu] membuka dan menawarkan pintu masuk cuma-cuma. Renovasi oleh craftsmen akan diselesaikan melalui langkah-langkah dengan meminimum  hal-hal yang tidak menyenangkan pengunjung.
Menurut STB , atraksi akan  diposisikan sebagai tempat di mana pengunjung dapat:
Belajar tentang Warisan/Pusaka Cina Dan Mitologi, dibandingkan sebagai Pertunjukan Western-styled . Tantangan kami adalah untuk memikat lebih banyak pengunjung pada taman ini sehingga mereka dapat menghargai bagaimana berharganya taman sebagai asset budaya yang memberi pengertian yang mendalam tidak hanya ke dalam Mitologi Cina, tetapi juga ke dalam hidup  ketika taman itu dibangun. ( STB, 2001)
Kesimpulan
Explorasi mengembangkan atraksi di Hong Kong Dan Singapura mengungkapkan sebagian dari permasalahan dan semua tujuan mengejar pengenalan dan pertumbuhan suatu industri turisme yang kompetitif, menunjukkan ke perubahan internal dan eksternal. Hong Kong Dan Singapura sudah menjawab tantangan yang dihadapi dengan  penerapan strategi turisme dapat diperbandingkan dalam kaitan dengan peningkatan produk, inovasi dan pemasaran, mengarahkan pada keunggulan yang serupa sebagai suatu Tujuan Kota besar Asia, dengan jenis atraksi serupa. Kebijakan diikuti dengan  para agen turisme, dengan aktif yang didukung oleh pemerintah.
Bab ini telah menunjukkan bahwa promosi atraksi warisan/pusaka tidaklah didikte oleh ekonomi sendiri. Warisan/Pusaka Atraksi adalah explorasi, penemuan dan ungkapan nasional sebagai identitas budaya. Maksud dari identitas dan warisan/pusaka dari yang itu sebagai status bertindak sebagai suatu pengambil-keputusan dari berbagai hal penafsiran, presentasi dan konservasi . Turisme dengan begitu menjadi suatu medium untuk transmisi , Hong Kong Dan Singapura menggambarkan sebagian dari proses ini, seperti halnya hal-hal penting hubungan antara identitas, warisan/pusaka dan turisme. Pengunjung Warisan/Pusaka Atraksi sudah menjadi suatu isu politis di dalam penempatan kedua-duanya, seperti halnya di tempat lain di (dalam) daerah, dan bab ini menyatakan bahwa .atraksi terbaik dipelajari dan dipahami mereka.di dalam konteks sosial dan politis yang lebih luas.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pemasar yang cerdikmenggunakan kesadaran mereka mengenai kompleksitas lingkungan hokum untuk menghindari situasi yang mungkin menimbulkan konflik, salah pengertian, atau pelanggaran hukum nasional secara terbuka. Jelas, bagi saran hukum dari orang yang kompeten amat diperlukan. Hal ini akan benar-benar terasa apabila wilayah operasi sudah menjangkau berbagai negara, karena kecil kemungkinan untuk mengandalkan pada pengetahuan hukum yang diperoleh dari pengalaman pribadi.
3.2 Saran
            Semoga makalah yang kami tulis ini dapat menambah wawasan bagi para pembaca.



Analisis Jurnal Penelitian

I.                   PENDAHULUAN Perkembangan teknologi komunikasi, media dan informatika (telematika), terutama multimedia dan internet, t...