Sabtu, 07 November 2015

TUGAS BAB 2

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN
      A.    MANUSIA
Manusia dialam dunia ini memegang peran unik, dan dapat di pandang dari berbagai segi. Dalam ilmu ekstasa, manusia dipandang sebagai kumpulan partikel-partikel atom yang membentuk jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia (ilmu kimia), manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terikat satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi (ilmu fisika), manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia (biologi). Dalam ilmu sosial, manusia merupakan makhlukyang ingi memperoleh keuntungan , sering disebut homo economicus (ilmu ekonomi) manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri (sosiologi), makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan (politik), makhluk berbudaya, sering disebut homo-humanus (filsafat).
Ada dua pandangan yang akan kita jadikan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia.
1     1.     Manusia itu terdiri dari 4 unsur yang saling terkait, yaitu:
a.   Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampat pada luarnya, dapat diraba, difoto, dan menempati ruang dan waktu.
b.      Hayat, yaitu mengandung unsur hidup , yang ditandai dengan gerak.
c.  Ruh, yaitu bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran.
d.      Nafs, yaitu dalam pengertian diri atau keakuan.
       2.    Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur, yaitu:
a.      Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitifdan paling tidak nampak. Id merupakan libido murni atau energi psikis yang terkait dengan sex, yang secara ingstingual menentukan proses ketidaksadaran (unconcius).
b.      Ego, merupakan bagia kepribadia yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut “eksekutif”. Perkembangan ego terjadi antara usia satu dan dua tahun. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntutan lingkungan luar.
c.    Superego, merupakan struktur kepribadian yang paling akhir, dibanding dengan Id dan ego, yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal. Jadi superego merupakan kesatuan standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas didalam lingkungan luar diri.

      B.     HAKEKAT MANUSIA
a.      Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, eujudnya konkrie tetapi tidak konkrit. Jiwa terdapat didalam tubuh. Jiwa adalah roh yang ada didalam tubuh manusia sebagai penggerak dan sumber kehidupan.
b.      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibanding dengan makhlik lainnya.
Kesempurnaannya terletak pada adab dan budayanya, karna manusia dilengkapi oleh penciptnya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Adanya perasaan, manusia mampu menciptakan kesenian. Daya rasa (perasaan) dalam diri manusia ada dua macam yaitu perasaan indrawi dan perasaan rohani misalnya:
Perasaan intelektual
1.      Perasaan esetis
2.      Perasaan etis
3.      Perasaan diri
4.      Perasaan sosial
5.      Perasaan religius
c.       Makhluk biokultur, yaitu makhluk hayati yang budayawi
Manusia adalah produk dari interaksi faktor hayati dan budayawi. Sebagai makhluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologibagai makhluk biokimia, psikobiologi, patologi,dll. Sebagai budayawi manusia dapat dipelajari dari segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi sosial,kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dll.
d.      Makhluk lingkungan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Soren kienkegard filsuf Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang manusia dalam konteks kehidupan konkrit adalah makhluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya.
Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, etis, dan religius. Dengan kehidupsn estetis, manusia mampu mengungkapkan dunia sekitarnya sebagai dunia yang mengagumkan. Dengan etis manusioa meningkatkan kehidupan estetis kedalam tingkatan manusiawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggungjawabkan.

       C.    KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR
Francis L.K Hsumengombinasikan dalam dirinya keahliandidalam ilmu antropologi, psikologi, imlu filsafat, dan kesusastraan cina klasik. Karya tulisannya berjudul Psysichological Homeostatis Cina Klasik.
Sampai sekarang ilmu psikologi di negara Barat itu terutama mengembangkan teori dan konsep aneka warna isi jiwa serta alat atau metode untuk menganalisi dan mengukur secara detail variasi isi jiwa warna individu itu. Sebaliknya, ilmu itu masih kurang mengembangkan konsep yang menganalisis jaringan berkait antara jiwa individu dengan lingkungan sosial budayanya.

      D.    PENGERTIAN KEBUDAYAAN
Kebudayaan jika dikaji dalam asal kata sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya.
Budaya dengan demikian mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik material maupun non material.
Secara praktis bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai dan gagasan utama (Vital).
Sistem nilai dan gagasan utama itu dihayati benar-benar pendukung kebudayaan yang bersangkutan kurung waktu tertentu, sehingga mendominsi keseluruhan para pendukung itu.
Sistem nilai dan gagasan utama sebagai hakekat kebudayaan terwujud dalam tiga sistem kebudayaan, yaitu sistem ideologi, sosial, dan teknologi.
Sistem ideologi meliputi etika, norma, adat istiadat, peraturan hukum yang berfungsi sebagai pengarahan untuk sistem dan berupa interpretasi oprasional.
Sistem sosial meliputi hungan dan kegiatan sosial didalamlingkungan kerabat, maupun dengan masyarakat luas serta pemimpin-pemimpinnya.
Sistem teknologi meliputi perhatian serta penggunannya, sesuai dengan nilai budaya yang berlaku.

      E.    UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN
C.KLUCKHOHN didalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan Universal, yaitu:
1. Sistem Religi (sistem kepercayaan).
2. Sistem organisasi masyarakat.
3. Sistem pengetahuan.
4. Sistem mata pencaharian hidup dan sistem ekonomi.
5. Sistem teknologi dan peralatan.
6. Bahasa.
7. Kesenian.

      F.   WUJUD KEBUDAYAAN
         Menurut dimensi wujudnya kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu:
1.      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia.
2.      Kompleks aktivitas
3.      Wujud sebagai benda
Ketiga wujud budaya itu, dalam kenyataan kehidupan masyarakat tak terpisah satu sama lain. Kebudayaan ideal dan adat istiadat mengatur dan memberi arah kepada tindakan dan karya manusian. Baik pikiran dan ide, maupun tindakan dalam karya manusia.
      G.   ORIENTASI NILAI DAN BUDAYA
    Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki sistem nilai. Menurut C.kluckhohn dalam karyanya Variation in Value Orientation (1961) sistem nilai dalam semua kebudayaan didunia, secara universal menyangkut lima masalah pokok kehidupan manusia, yaitu:
1.      Hakekat hidup manusia (MH)
2.      Hakekat karya manusia (MK)
3.      Hakekat waktu manusia (WM)
4.      Hakekat alam manusia (MA)
5.      Hakekat hubungan manusia (MN)

      H.   PERUBAHAN KEBUDAYAAN
       Tidak ada kebudayaan yang statis, semua kebudayaan mempunyai dinamika dan gerak. Gerak kebudayaan sebenarnya adalah gerak manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tadi. Gerak manusia terjadi karna ia mengadakan hubungan dengan manusia lain.
Terjadinya gerak/perubahan disebabkan oleh:
1.      Sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalny perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
2.      Sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.
Perubahan ini, selain karna jumlah penduduk dan komposisinya, juga karna adanya difusi kebudayaan, penemuan baru,khususnya teknologi dan inovasi.
Perubahan sosial dan perubahan budaya berbeda, dalam perubahan sosial terjadi perubahan struktur sosial dan pola kehidupan sosial.
Perubahan sosial adalah segala perubahan pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat.
Sedangkan perubahan kebudayaan atau akulturasi terjadi apabila suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur kebudayaan asing, sehingga unsur kebudayaan asing dengan lambat laun diterima dan diolah didalam kebudayaanya sendiri, tanpa menghilangkan kepribadian dari budayanya itu sendiri.
Proses akulturasi  didalam sejarah kebudayaan terjadi dalam masa-masa silam. Biasanya suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat lain dan diantara mereka terjadi hubungan, pada saat itu lah unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Proses migrasi besar-besaran, mempermudah proses akulturasi tesebut.
             A. Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima.
                          B.   Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima.
                          C.   Individu manakah yang dapat menerima unsur-unsur baru.
                          D. Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat dari akulturasi tersebut.
Pada umumnya generasi muda dianggap sebagai individu yang cepat unsur kebudayaan asing. Sebaliknya generasi tua dianggap sebagai orang-orang kolot yang sukar menerima unsur baru. Hal itu disebabkan norma yang tradisional sudah mendarah daging dan menjiwai sehingga sukar untuk menerima budaya baru.
Pada akulturasi yang berjalan dengan baik dapat menghasilkan integrasi antara unsur kebudayaan asing dengan unsur kebudayaan sendiri. Dengan demikian unsur kebudayaan asing tida lagi dirasakan sebagai hal yang berasal dari luar.

I     I.   KAITAN MANUSIA DENGAN KEBUDAYAAN.
Secara sederhana hubungan manusia dengan kebudayaan adalah: manusia sebagai prilaku kebudayaan, dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia.
Dalam sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Tampak bahwa keduanya merupakan satu kesatuan, contoh: hubungan manusia dengan peraturankemasyarakatan. Pada awalnya peraturan itu dibuat manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh pada peraturan yang dibuatnya. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Dari sisi lain, hubungan antara manusia dengan kebudayaan dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terikat satu sama lain. Proses dialettis tercipta melalui tiga tahap:
1.     Eksternalisasi, proses dimana manusia mengepresikan dirinya dngan membangun duniany.
2.   Obyektivasi, proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dari manusia lain.
3.      Internalisasi, proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia.
Manusia dan kebudayaan atau manusia dan masyarakat, mempunyai hubungan keterkaitan. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Analisis Jurnal Penelitian

I.                   PENDAHULUAN Perkembangan teknologi komunikasi, media dan informatika (telematika), terutama multimedia dan internet, t...